Logo Bloomberg Technoz

Trump memuji China karena "cerdas" mengidentifikasi logam tanah jarang sebagai komponen kritis bagi industri-industri penting dan dengan cepat bergerak mendominasi penambangan dan pengolahannya. 

"Kami kini sangat tertarik pada dunia magnet, hanya dari sudut pandang keamanan nasional," kata Trump. "Namun, kami memiliki sesuatu yang kuat. Yaitu cadang pesawat dan banyak jet Boeing."

Trump mengatakan China memiliki 200 pesawat yang tidak bisa terbang karena AS tidak memberikan suku cadang Boeing akibat kebijakan Beijing terhadap magnet. 

"Saya mengirimkan semua suku cadang agar pesawat mereka dapat terbang," kata politikus Partai Republik itu. "Saya bisa saja menahannya. Saya tidak melakukannya karena hubungan yang saya miliki. Dan sekarang mereka terbang."

'Hubungan Baik'

Trump juga berbicara tentang pertemuan yang diharapkan akan diadakan oleh pemimpin China Xi Jinping di negara Asia tersebut. Presiden AS itu kembali menegaskan ia memiliki "hubungan yang baik" dengan Xi dan mengklaim mereka baru saja berbicara "beberapa waktu lalu."

"Suatu saat nanti, mungkin tahun ini atau segera setelahnya, kami akan berkunjung ke China," ujarnya.

Saat diminta menanggapi komentar Trump, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan negaranya berharap "AS akan bekerja sama dengan China, dan mendorong perkembangan hubungan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan."

"Pada saat yang sama, kami ingin dengan tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan kami," kata Guo dalam jumpa pers rutin di Beijing pada Selasa (26/8/2025). Kedua belah pihak sedang berkomunikasi secara intensif mengenai peluang pertemuan Trump dan Xi.

Menurut Feng Chucheng, mitra pendiri Hutong Research yang berbasis di Beijing, kesepakatan awal antara Trump dan Xi mengenai garis besar kesepakatan diperlukan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) keduanya bisa terwujud. Ia merujuk KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan pada akhir Oktober sebagai lokasi yang memungkinkan.

"Tanpa penyelesaian jangka panjang dengan AS, kepercayaan bisnis di China tidak dapat pulih secara signifikan," imbuh Feng.

Pada akhirnya, aset terbesar yang dimiliki AS dalam negosiasi adalah tarif, kata Trump, seraya mengutarakan kemungkinan tarif hingga 200% terhadap China jika negara itu tidak memasok magnet.

Namun, ia menambahkan bahwa ia yakin masalah ini "sudah berlalu" dan tidak menyiratkan bahwa China tidak menyediakan cukup magnet.

"Jika kami ingin mengenakan tarif 100%, 200%, kami tidak akan berbisnis dengan China. Dan Anda tahu, itu juga tidak masalah, jika kita terpaksa melakukannya," ungkap Trump. "Namun, situasi magnet—kami memiliki kekuatan yang luar biasa atas mereka, dan mereka juga memiliki kekuatan atas kami."

Trump juga menyiratkan kemajuan signifikan telah dicapai dalam pengembangan pasokan dalam negeri, mengatakan "akan memakan waktu sekitar setahun untuk memperoleh magnet-magnet tersebut," tanpa memberikan rincian lebih lanjut. 

MP Materials Corp, satu-satunya penambang logam tanah jarang di AS, berencana memulai produksi magnet komersial pada akhir tahun ini. Namun, perusahaan diperkirakan akan beroperasi dengan tingkat produksi yang moderat sebelum ekspansi—sebagian didanai oleh Pentagon—selama sisa dekade ini.

(bbn)

No more pages