Ia mencetak sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang duduk di dewan tersebut dalam lebih dari 100 tahun perjalanan The Fed, setelah dinominasikan Joe Biden pada 2022. Saat itu, ia mendapat masa jabatan hingga 2024, lalu kembali ditunjuk Biden untuk masa jabatan baru selama 14 tahun hingga 2038.
Cook meraih gelar doktor di bidang ekonomi—latar belakang yang umum dimiliki pejabat The Fed—dan sebelumnya merupakan profesor ekonomi dan hubungan internasional di Michigan State University. Penelitiannya berfokus pada bank sentral internasional, krisis keuangan, kesenjangan ekonomi rasial, serta dampak inovasi terhadap perekonomian.
Selain itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Ekonomi Barack Obama dan sempat bekerja di Departemen Keuangan pada awal 2000-an.
Rekam Jejak Voting
Cook bergabung dengan The Fed saat lembaga itu menjalankan kampanye kenaikan suku bunga paling agresif dalam 40 tahun terakhir untuk menekan lonjakan inflasi. Sejak itu, ia selalu mengikuti suara mayoritas FOMC dan Gubernur Jerome Powell, termasuk pada lima pertemuan tahun ini yang memutuskan mempertahankan suku bunga.
Meski khawatir inflasi masih tinggi, Cook juga menyebut laporan ketenagakerjaan terbaru—yang menunjukkan perlambatan signifikan dalam perekrutan musim panas ini—sebagai hal yang “mengkhawatirkan.” Menurutnya, kondisi itu bisa menjadi titik balik bagi ekonomi AS. Namun, ia belum menyatakan apakah mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya di September, yang kini banyak diprediksi investor.
Konfirmasi yang Sulit
Perjalanan Cook menuju kursi The Fed tidak mudah. Ia menghadapi penentangan keras dari Partai Republik dalam proses konfirmasi di Senat. Kritikus seperti mantan Senator Pat Toomey dan Senator Bill Hagerty meragukan latar belakang risetnya, dengan alasan fokusnya lebih banyak pada isu rasial ketimbang teori moneter.
Hagerty bahkan menuduh Cook berbohong dalam resume—tuduhan yang ramai di media sayap kanan dan forum anonim ekonomi—namun dengan tegas dibantah oleh Cook.
Pada 2022, ia akhirnya lolos melalui pemungutan suara ketat di Senat, dengan Wakil Presiden Kamala Harris turun tangan untuk memecah kebuntuan 50-50.
Latar Belakang Cook
Cook berasal dari Georgia, dengan keluarga yang aktif dalam gerakan hak-hak sipil. Pamannya, Samuel DuBois Cook, merupakan teman sekelas Martin Luther King Jr. sekaligus ilmuwan politik terkemuka.
Ia kerap menulis tentang bagaimana latar belakangnya memengaruhi jalan hidup dan kariernya. Dalam opini di The New York Times berjudul “It was a mistake for me to choose this field,” Cook bersama Anna Gifty Opoku-Agyeman menyoroti tantangan perempuan kulit hitam di dunia ekonomi. Mereka menulis, hanya empat dari 492 gelar doktor ekonomi yang diberikan kepada perempuan pada 2023 jatuh ke tangan perempuan kulit hitam—dan sebagian besar tidak bertahan karena diskriminasi, termasuk dalam sitasi akademik.
Dalam salah satu penelitiannya, Cook menemukan bahwa praktik lynching (pembunuhan di luar hukum) terhadap warga kulit hitam berkontribusi pada berkurangnya jumlah paten yang bisa saja tercipta jika korban-korban tersebut tetap hidup.
Keahlian Cook di bidang tersebut membuatnya menonjol di antara pembuat kebijakan. Sejak bergabung dengan The Fed, ia banyak berbicara mengenai kecerdasan buatan (AI), inovasi, dan produktivitas—isu yang kini menjadi fokus para ekonom di tengah perkembangan teknologi yang kian memengaruhi dunia kerja dan perekonomian.
(bbn)
































