RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 70. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya masih bergerak dalam kisaran sempit. Target resisten terdekat adalah US$ 3.358/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 3.377/troy ons.
Sedangkan target support terdekat ada di US$ 3.353/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko menyeret harga emas ke arah US$ 3.327 sebagai target paling pesimistis.
Penyebab Koreksi Harga Emas
Pelaku pasar sepertinya galau soal arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Memang kemungkinan penurunan suku bunga acuan masih tinggi, tetapi peluang Federal Funds Rate ditahan pun makin besar.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan Negeri Paman Sam sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 83,3%. Lebih rendah dibandingkan akhir pekan lalu yang sebesar 84,7%.
Adapun kemungkinan Federal Funds Rate bertahan di 4,25-4,5% adalah 16,7%. Naik ketimbang akhir pekan lalu yaitu 15,3%.
“Diskusi saat ini adalah apakah The Fed akan agresif. Sinyal perlambatan di sektor tenaga kerja rasanya lebih diutamakan ketimbang inflasi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa The Fed tidak melupakan target inflasi 2%,” kata Chris Larkin dari E*Trade from Morgan Stanley, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Sebaliknya, memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi. Masih adanya kemungkinan suku bunga acuan tidak turun membuat harga emas melemah.
(aji)




























