Logo Bloomberg Technoz

“Nanti datanya data tunggal dari BPS, teknisnya akan dirapatkan setelah disahkan APBN,” kata Bahlil.

Sebelumnya, pemerintah menyusun subsidi LPG 3 Kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 senilai Rp80,3 triliun, naik dari outlook tahun ini senilai Rp68,7 triliun.

Adapun, pemerintah mematok anggaran subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Angka itu, naik 14,52% dibandingkan dengan outlook belanja subsidi pada APBN 2025 sebesar Rp183,9 triliun.

Adapun, perincian subsidi energi itu berasal dari komponen belanja Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan minyak tanah (kerosene) serta LPG 3 Kg sebesar Rp105,4 triliun, dan listrik sebesar Rp104,6 triliun.

Anggaran subsidi JBT dan LPG 3 Kg itu naik 11,2% dari outlook Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp94,79 triliun.

Perhitungan anggaran subsidi Solar dan LPG 3 Kg pada 2026 menggunakan asumsi kurs dan subsidi tetap minyak solar (gasoil/diesel) Rp1.000 per liter. Adapun, volume BBM jenis solar dipatok sebesar 18,63 juta kiloliter (kl) dan minyak tanah sebesar 526.000 kl.

Kendati demikian, sebagian ekonom memprediksi anggaran subsidi LPG tahun depan bakal melebar ke level Rp85—Rp95 triliun.

Proyeksi itu didorong oleh potensi kenaikan kuota subsidi dan pertumbuhan konsumsi LPG 3 Kg yang diproyeksi capai 2%—5%.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan angka anggaran subsidi LPG 3 Kg dihitung berdasarkan kuota yang dipatok pemerintah pada rentang 8,31—8,76 juta metrik ton (mt), naik dari kuota tahun ini sebesar 8,17 juta mt.

Dia memperkirakan subsidi LPG 3 Kg mencapai Rp34.000—Rp37.000 per tabung, berdasarkan selisih harga jual sebesar Rp16.000—Rp19.000 dengan nilai keekonomian seharga Rp50.000—Rp53.000.

“Bahkan jika dihitung penuh, totalnya bisa mencapai Rp94—108 triliun. Namun, pemerintah menargetkan angka lebih rendah dengan asumsi efisiensi distribusi,” kata Yusuf ketika dihubungi, Jumat (15/8/2025).

Dia memprediksi konsumsi LPG 3 Kg meningkat 2%—5% seiring dengan tumbuhnya ekonomi domestik dan tingginya ketergantungan rumah tangga berpendapatan rendah.

Meski begitu, dia memandang pemerintah akan menggencarkan program subsidi tepat sasaran.

(naw)

No more pages