Pada posisi top gainers di antaranya saham PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) yang melesat 34,9%, saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melejit 34,3%, dan saham PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) menguat 29,8%.
Berseberangan, saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) yang drop 14,7%, saham PT Golden Flower Tbk (POLU) jatuh 11%, dan saham PT Bank Maspion Tbk (BMAS) ambles 10%.
Pada tutup perdagangan, sejumlah Bursa Saham Asia kompak menguat. i.a Weighted Index (Taiwan), CSI 300 (China), Hang Seng (Hong Kong), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), KOSPI (Korea Selatan), SETI (Thailand), NIKKEI 225 (Tokyo), SENSEX (India), KLCI (Malaysia), TOPIX (Jepang), dan Straits Times (Singapura) yang masing–masing berhasil menguat 2,16%, 2,08%, 1,94%, 1,8%, 1,51%, 1,3%, 0,74%, 0,41%, 0,4%, 0,31%, 0,15%, dan 0,08%.
Adapun Bursa Asia berhasil melaju positif senada dari yang terjadi di Bursa Saham Amerika Serikat (AS). Pada penutupan sebelumnya, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 finish di zona hijau bagi keduanya, dengan keberhasilan menguat 1,89% dan 1,52%.
Senada, Nasdaq Composite berhasil menguat mencapai 1,88%.
Cerahnya IHSG dan Bursa Saham Asia tersulut euforia dari pernyataan terbaru Gubernur The Fed Jerome Powell menguatkan harapan penurunan suku bunga AS terutama pada pertemuan bulan depan, pada September.
Sinyal optimisme Jerome Powell menggema dalam pertemuan Simposium ekonomi tahunan Federal Reserve (The Fed) Bank of Kansas City di Jackson Hole, Wyoming.
Gubernur The Fed mengisyaratkan Bank Sentral AS kemungkinan akan memangkas suku bunga acuan pada September, setelah mempertahankannya selama delapan bulan pertama tahun ini.
Powell menyoroti “pergeseran keseimbangan risiko,” yang “mungkin memerlukan penyesuaian sikap kebijakan kami.”
Dalam pidatonya di simposium Jackson Hole, Jumat lalu, Powell menegaskan Bank Sentral tidak perlu menunggu data inflasi yang sempurna untuk mulai melonggarkan kebijakan, terutama ketika pasar tenaga kerja menunjukkan tanda–tanda pelemahan.
Ekspektasi penurunan suku bunga acuan pun meninggi. Berdasarkan CME FedWatch, kemungkinan penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat September mencapai 87,3%.
Euforia pasar makin terlihat kala peluang suku bunga acuan bertahan di 4,25 – 4,5% menurun. Siang hari ini angkanya hanya 12,7%, susut nilainya dari pekan lalu
Fed Chair Jerome Powell dalam pidatonya di Jackson Hole membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September, mengutip riset terbaru yang dipublikasikan Panin Sekuritas.
Peluang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka.
Analis Panin Sekuritas
“Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini masih bersifat “restrictive,” namun The Fed siap melakukan penyesuaian bila risiko terhadap lapangan kerja semakin besar dan berpotensi memicu lonjakan pengangguran,” papar Panin.
Adapun pernyataan Powell mendorong ekspektasi pasar yang saat ini memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga September di range 75–91%, yang kemudian direspons dengan penurunan yield treasury, penguatan pasar saham, serta pelemahan dolar lebih dari 0,7% hingga posisinya saat ini lebih rendah dari level 98.
(fad/wep)



























