Emiten Kelas Bawah yang Tingkat Keuntungannya Setara BUMN Kakap
Redaksi
22 August 2025 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dengan pendapatan kolosal Rp2.916 triliun, BUMN hanya mampu mencetak tingkat pengembalian modal dan aset yang serupa dengan emiten kelas bawah. Alih-alih unggul sebagai ‘raksasa negara’, kinerja BUMN justru kalah ketika dibandingkan dengan perusahaan swasta yang skala bisnisnya jauh lebih kecil.
Dalam Buku Kerja Presiden Prabowo & KMP Edisi 17 Agustus 2025 disebutkan, total pendapatan BUMN mencapai Rp2.916 triliun sepanjang 2022. Namun, keuntungan yang berhasil dikantongi tipis, tercermin dari return on asset (ROA) hanya 2,2% dan return on equity (ROE) 6,2%.
Level profitabilitas itu sejatinya tidak jauh berbeda dengan kinerja emiten-emiten kecil di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kapitalisasi pasarnya bahkan belum mencapai Rp20 triliun.
Ambil contoh, terdapat sejumlah perusahaan publik dengan ROE di kisaran 6%, setara BUMN. Emiten yang masuk kelompok ini antara lain PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI) dengan ROE 6,09% dan market cap Rp129,79 miliar, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) dengan ROE 6,11% dan kapitalisasi pasar Rp466,54 miliar, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan ROE 6,11% dan kapitalisasi Rp11,7 triliun.
Selain itu, ada pula PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) yang mencatat ROE 6,13% dengan market cap Rp5,54 triliun dan PT Supreme Cable Manufacturing (SCCO) dengan ROE 6,16% serta kapitalisasi Rp1,83 triliun. Seluruh emiten ini masih tergolong kasta bawah, namun margin keuntungannya mampu menyamai rata-rata BUMN.





























