Kegamangan pasar makin terlihat kala peluang suku bunga acuan bertahan di 4,25-4,5% makin tinggi. Kini angkanya mencapai 25%, tertinggi dalam sebulan terakhir.
“Jika memangkas (suku bunga) terlalu cepat atau terlalu agresif, maka The Fed berisiko menyebabkan ekspektasi inflasi makin tinggi. Namun kalau bergerak terlalu lambat, maka ada risiko pasar tenaga kerja makin melemah dan ekonomi sulit tumbuh,” kata Jim Baird dari Plante Moran Financial Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Sebaliknya, memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi. Kemungkinan suku bunga acuan tidak turun membuat harga emas melemah.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah bisa turun lagi atau justru bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terpeleset ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 49.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 36. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Hari ini, sepertinya harga emas akan kembali bergerak dalam kisaran sempit. Ada kemungkinan harga emas bisa naik, dengan target di rentang US$ 3.345-3.348/troy ons.
Penembusan di level tersebut membuat harga emas berpotensi naik lagi ke arah US$ 3.357-3.375/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 3.406/troy ons.
Sedangkan target support terdekat adalah US$ 3.332/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas bisa longsor lagi menuju US$ 3.316/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.289/troy ons.
(aji)




























