Logo Bloomberg Technoz

Total ekspor produk sawit pada bulan Juni tercatat naik menjadi 3.606 ribu ton atau 35,37% dari ekspor bulan Mei sebesar 2.664 ribu ton. Diketahui, kenaikkan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 2.599 ribu ton dari 1.967 ribu ton pada bulan Juni, naik 32,13%.

Diikuti CPO yang naik menjadi 418 ribu ton dari 164 ribu ton pada bulan Juni, angka itu naik 155,67%. Sedangkan ekspor oleokimia mengalami penurunan menjadi 420 ribu ton dari 437 ribu ton pada bulan Juni, atau turun 3,74%. 

Menurut negara tujuannya, GAPKI mencatat kenaikan ekspor pada bulan Juni dari Mei antara lain China sebesar 283 ribu ton, India sebesar 224 ribu ton, Afrika sebesar 125 ribu ton, dan Pakistan sebesar 69 ribu ton.

Lalu, Rusia sebesar 65 ribu ton, dan USA sebesar 58 ribu ton, Bangladesh sebesar 47 ribu ton, Malaysia sebesar 39 ribu ton, serta EU-27 sebesar 10 ribu ton.

Nilai ekspor produk sawit di Juni 2025 mengalami kenaikan, dari US$2,822 miliar di bulan Mei menjadi US$3,636 miliar pada bulan Juni atau naik sebesar 28,84%. Secara yoy, sampai dengan bulan Juni, nilai ekspor 2025 mencapai US$17,277 miliar. Angka ini lebih tinggi 34,64% dari ekspor tahun 2024 sebesar US$12,832 miliar. 

Peningkatan nilai ekspor yang terjadi, selain karena kenaikan volume ekspor, juga karena harga rata-rata Januari hingga Juni 2025 sebesar US$1.180/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari hingga Juni tahun 2024 sebesar US$ 1.000/ton Cif Rotterdam.

Dengan stok awal bulan Juni sebesar 2.916 ribu ton, produksi CPO ditambah PKO naik menjadi 5.289 ribu ton. Sedangkan konsumsi dalam negeri naik menjadi 2.072 ribu ton dan ekspor naik menjadi 3.606 ribu ton, dan stok di akhir Juni turun menjadi 2.530 ribu ton.

(ell)

No more pages