Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, BNI Sekuritas menempatkan rekomendasi jual dengan target harga Rp1.450. Sejumlah sekuritas besar seperti DBS Bank, OCBC Sekuritas, Panin Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas memilih sikap netral dengan rekomendasi tahan.

Adapun pada perdagangan hari ini, kamis (21/8/2025) saham PGAS berada di posisi Rp1.725/saham atau naik 2,07%. 

Sepanjang perdagangan PGAS bergerak di rentang Rp1.690-Rp1.725 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp41,70 triliun. Secara year to date, saham PGAS naik 8,49% dan dalam perdagangan sebulan telah naik 7,14%.

Dari sisi kinerja keuangan, PGAS melaporkan kinerja keuangan yang tertekan pada kuartal I-2025, dengan penurunan signifikan pada laba bersih.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih perseroan tercatat hanya US$62,02 juta atau sekitar Rp1,04 triliun. Angka ini merosot 48,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$121,14 juta.

Pelemahan tersebut sudah terlihat dari sisi pendapatan. PGAS hanya membukukan kenaikan tipis 1,81% secara tahunan menjadi US$966,56 juta, dari US$949,33 juta pada kuartal I-2024.

Sebagian besar pendapatan masih ditopang oleh penjualan gas bumi. Penjualan ke pelanggan industri dan komersial berkontribusi sebesar US$655,54 juta, sedangkan ke rumah tangga menyumbang US$12,25 juta.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut dibayangi lonjakan beban pokok pendapatan 11,98% yoy menjadi US$825,95 juta, dari US$737,56 juta pada kuartal I-2024. Membengkaknya biaya ini menekan margin keuntungan perseroan.

PGAS juga membukukan kerugian selisih kurs senilai US$20,06 juta. Sebagai perbandingan, pada kuartal I-2024 perusahaan masih mencatat laba selisih kurs sebesar US$446.311.

Gangguan Pasokan Gas

Sebelumnya,mengumumkan keadaan darurat atau emergency terkait dengan penurunan pasokan gas kepada pelanggan di wilayah Jawa Barat dan Sumatra.

Deklarasi darurat pasokan gas itu disampaikan lewat surat bernomor 048800.PENG/PP/PDO/2025 yang diteken Direktur Utama PGN Arief S. Handoko bertarikh 15 Agustus 2025.

Lewat surat itu, Arief mengatakan, terjadi penurunan pasokan gas yang berdampak pada penyaluran gas untuk sementara waktu kepada sebagian pelanggan PGN di Jawa Barat dan sebagian Sumatra.

“Serta mempertimbangkan potensi meluasnya dampak tersebut kepada gangguan operasi sistem transmisi dan distribusi gas PGN serta pergerakan perekonomian nasional,” tulis Arief seperti dikutip dari surat yang dilihat Bloomberg Technoz, Rabu (20/8/2025).

Dewan direksi PGN menegaskan seluruh kegiatan operasi dan bisnis penyaluran gas PGN berada dalam keadaan darurat sejak 15 Agustus 2025.

"Apabila kondisi dimaksud sudah dapat dinyatakan aman dan normal kembali, selanjutnya akan dikeluarkan Deklarasi Pencabutan Keadaan Darurat,” tulis Arief.

Selepas keadaan darurat itu, industri pengguna gas belakangan melaporkan pasokan dari PGN susut tajam. Malahan, pasokan gas ke industri kembali dibatasi 48% yang disertai dengan skema surcharge atau biaya tambahan.

(dhf)

No more pages