Bursa Saham Asia Tertekan Susul Wall Street Masuk Zona Merah
News
20 August 2025 06:25

Jason Scott - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan memulai perdagangan dengan lesu setelah aksi jual besar-besaran di sektor teknologi menyeret Wall Street turun.
Saham di Tokyo dan Hong Kong menunjukkan penurunan setelah Nasdaq 100 mencatat penurunan terburuk kedua sejak guncangan tarif April. Penurunan ini didorong oleh pelemahan 3,5% saham Nvidia Corp, yang menyoroti ketergantungan besar pasar AS pada segelintir raksasa teknologi. Bursa Sydney dibuka dengan kenaikan moderat.
Treasury menguat menjelang pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Jackson Hole pada Jumat. Para pelaku pasar memperkuat spekulasi pemotongan suku bunga pada September. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 4,3%.
S&P Global Ratings mengatakan pendapatan dari tarif akan membantu mengurangi dampak pemotongan pajak terhadap kesehatan fiskal AS, sehingga negara tersebut bisa mempertahankan peringkat kreditnya. Dunia kripto ikut tergelincir bersama aset berisiko lainnya.





























