Logo Bloomberg Technoz

“Setelah melalui periode sulit dalam hubungan kami, kini kedua negara ingin melangkah maju,” kata Jaishankar di New Delhi. “Perbedaan tidak boleh menjadi sengketa, dan persaingan tidak boleh berubah menjadi konflik.”

Wang, di sisi lain, mengatakan bahwa karena “perundungan sepihak semakin marak,” kedua negara sebaiknya “berkontribusi mendorong multipolarisasi dunia,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China. Ia menambahkan bahwa China dan India sebaiknya “saling memandang sebagai mitra dan peluang, bukan sebagai lawan atau ancaman.”

Seorang pejabat di New Delhi menyebut, China telah menjamin pasokan pupuk, mineral tanah jarang, dan mesin bor terowongan untuk India. Namun, pernyataan resmi dari Beijing pada Senin tidak menyinggung soal jaminan tersebut.

Upaya India mendekat ke Rusia dan China menegaskan renggangnya hubungan dengan AS di bawah pemerintahan Trump. Awalnya, New Delhi menyambut baik pemerintahan baru di Washington dengan harapan dapat segera mencapai kesepakatan dagang dan melanjutkan tren hubungan erat dengan AS, mitra dagang terbesar India.

Namun, hubungan kedua negara belakangan memburuk setelah gagal mencapai kesepakatan. Situasi makin panas ketika Trump memberlakukan tarif 50% terhadap India atas pembelian minyak Rusia, sebuah langkah yang dikhawatirkan akan menghancurkan banyak eksportir India.

Dalam kolom di Financial Times pada Senin, penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro, menyebut pembelian minyak Rusia oleh India sebagai langkah “oportunistis dan sangat merusak” upaya menghentikan mesin perang Moskow. Rusia dan India telah menjalin kemitraan erat sejak era Perang Dingin, sementara India tetap memilih posisi netral terhadap perang Putin di Ukraina.

Sementara itu, hubungan India-China menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Relasi kedua negara sempat berada di titik terendah setelah bentrokan perbatasan berdarah lima tahun lalu. Namun dalam beberapa bulan terakhir, mulai terlihat upaya perbaikan: Beijing melonggarkan pembatasan ekspor urea, New Delhi kembali membuka visa turis untuk warga China, dan semakin banyak perusahaan India yang mencari kerja sama dengan mitra bisnis China, termasuk dalam transfer teknologi, menurut laporan Bloomberg News.

Tarif tinggi Trump terhadap ekspor kedua negara, ditambah ancaman sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh India, membuat upaya normalisasi hubungan semakin mendesak. Modi dijadwalkan mengunjungi China dan bertemu Presiden Xi Jinping akhir bulan ini di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai. Jika terlaksana, itu akan menjadi kunjungan pertama Modi ke China dalam tujuh tahun terakhir.

Jaishankar menegaskan, “Secara keseluruhan, kami berharap diskusi ini dapat berkontribusi pada pembangunan hubungan India-China yang stabil, kooperatif, dan berorientasi ke masa depan.”

(bbn)

No more pages