Peristiwa kebakaran mau tersebut mengakibatkan 300 keluarga terdampak, dengan perincian 750 orang harus mengungsi. BPDB Blora menegaskan masyarakat terdampak untuk sementara bermukim di tenda darurat dan rumah sanak-saudara.
Untuk korban jiwa, hingga saat ini tercatat sebanyak tiga orang tewas akibat kejadian itu, dan dua lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Adapun, terbakarnya sumur minyak rakyat tersebut menyebabkan satu rumah warga rusak berat dan empat rumah warga rusak sedang.
Lebih lanjut, BPBD Blora menegaskan akan terus memantau lokasi kebakaran dan pasokan air pemadam. Lalu, BPBD Blora akan terus melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana tindak lanjut.
“Tim respons cepat BPBD Blora membuka dapur umum oleh Dinsos Blora di Balai Desa dengan menyiapkan 900 bungkus makanan. Membangun 2 tenda pengungsian di Balai Desa dan lapangan,” pungkas BPBD Blora.
Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman menyatakan BPBD Blora dan tim gabungan telah mendapatkan pendampingan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Pendampingan tersebut dilakukan dalam rangka upaya pemadaman api yang berkobar di sumur rakyat di wilayah Blora tersebut.
“Dengan pendampingan langsung dari Kementerian ESDM dan SKK Migas. Semoga api bisa segera dipadamkan dan aman untuk semuanya,” tulis Arief dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Selasa (19/8/2025).
(azr/wdh)































