Meski pasar tenaga kerja melambat, kejelasan tambahan mengenai kebijakan perdagangan dan pemulihan pasar saham memberi mayoritas konsumen keyakinan lebih tinggi terhadap daya beli mereka.
Para pejabat Federal Reserve (The Fed) secara ketat memantau belanja konsumen—yang menopang dua pertiga aktivitas ekonomi AS—sembari menilai arah kebijakan moneter.
Meski sejauh ini mereka mempertahankan suku bunga tahun ini hingga mendapat gambaran lebih jelas bagaimana tarif akan memengaruhi harga, beberapa pembuat kebijakan tampaknya cenderung melanjutkan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang untuk memastikan pasar tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan tetap sehat.
Laporan penjualan ritel menunjukkan penjualan kelompok kontrol—yang menjadi dasar perhitungan pemerintah untuk belanja barang dalam produk domestik bruto (PDB)—naik 0,5% pada Juli setelah revisi naik dari bulan sebelumnya. Indikator ini tidak termasuk layanan makanan, dealer mobil, toko bahan bangunan, dan stasiun pom bensin.
Beberapa kategori yang naik tajam, seperti furnitur, barang olahraga, dan mobil, juga mengalami kenaikan harga selama bulan tersebut. Karena data ini tidak disesuaikan dengan inflasi, kenaikannya bisa mencerminkan dampak dari harga yang lebih tinggi.
Data Inflasi
Data inflasi awal pekan ini menunjukkan perusahaan-perusahaan tidak membebankan biaya tarif ke konsumen pada Juli sebanyak yang dikhawatirkan. Namun, peningkatan besar margin grosir menunjukkan konsumen AS akan segera menanggung beban yang lebih signifikan.
Perusahaan-perusahaan sejauh ini berhati-hati menekan pelanggan terlalu jauh, yang akan meningkatkan antisipasi terhadap laporan sentimen konsumen pada malam nanti.
Data terpisah yang dirilis Jumat menunjukkan biaya barang konsumsi impor naik bulan lalu paling tinggi sejak awal 2024, termasuk harga pakaian jadi, alas kaki, dan barang-barang rumah tangga yang lebih tinggi.
Ke depannya, tantangan lain yang dihadapi konsumen AS, termasuk tingkat utang tinggi, dimulainya kembali pembayaran pinjaman mahasiswa, dan tabungan rendah, juga akan berdampak pada pengeluaran.
Setelah berbulan-bulan ancaman dan perubahan kebijakan yang kacau, tarif tinggi terhadap hampir seluruh negara mulai berlaku pekan lalu, mungkin akan terus menekan angka inflasi ke depannya.
Angka penjualan ritel sebagian besar mencerminkan pembelian barang, yang mencakup sekitar sepertiga dari total belanja konsumen. Data pengeluaran barang dan jasa Juli yang disesuaikan dengan inflasi akan dirilis pada akhir bulan ini.
Pengeluaran di restoran dan bar, satu-satunya kategori sektor jasa dalam laporan ritel, turun paling tajam sejak Februari.
(bbn)































