“Kita harus capai 100% pembangkit listrik dari EBT dalam waktu 10 tahun atau lebih cepat. Saya yakin hal ini bisa dicapai. Dari target [emisi nol bersih] dunia pada 2060, kita bisa mencapainya jauh lebih cepat,” tegas Kepala Negara.
Untuk diketahui, pemerintah berencana untuk merestrukturisasi kebijakan subsidi energi fosil untuk membiayai proyek EBT.
Rencana itu tertuang dalam lampiran pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang dilansir hari ini.
Lampiran pidato itu menjadi bagian dari penyampaian RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya di Gedung Nusantara, DPR.
Selain itu, pemerintah berencana untuk melakukan penyederhanaan proses perizinan dan pengadaan di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN serta penguatan kualitas data terkait dengan potensi atau cadangan EBT.
Sejumlah insitiatif itu dilakukan untuk mengejar target kapasitas pembangkit EBT terpasang sebesar 42,6 gigawat (GW) sampai tahun 2034.
“Restrukturisasi kebijakan subsidi energi fosil ke energi terbarukan, penyederhanaan proses perizinan dan pengadaan di PLN,” dikutip dari dokumen lampiran pidato tersebut.
Lewat lampiran pidato yang sama, pemerintah menyoroti tantangan untuk meningkatkan bauran EBT di antaranya ketersediaan investasi, infrastruktur kelistrikan, tata kelola regulasi hingga perizinan.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan total kapasitas terpasang EBT baru mencapai 15,2 GW atau 14,5% dari total pembangkit nasional per Semester I-2025.
Realisasi pembangkit EBT terpasang itu terpaut jauh dari target yang dicanangkan pemerintah mencapai 23% sampai akhir tahun ini.
Data posisi terakhir bauran energi bersih itu menjadi bagian dari presentasi capaian kinerja semester I-2025 yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Adapun, penambahan kapasitas terpasang EBT sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025 sebesar 876,5 megawatt (MW), naik 15% dibandingkan dengan penambahan kapasitas EBT untuk keseluruhan tahun 2024 di level 761,9 MW.
(wdh)































