Inovasi vs Ancaman: Cara DANA Lindungi Dompet Digital

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber dan maraknya modus rekayasa sosial (social engineering), dompet digital DANA menegaskan komitmennya untuk melindungi data dan dana penggunanya melalui pendekatan teknologi berlapis serta edukasi yang bersifat humanis.
Chief Risk Officer DANA Indonesia Cary Piantono, menyebut perlindungan pengguna bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama perusahaan sejak awal berdiri.
“Kepercayaan konsumen perlu dibangun bertahun-tahun. Jadi, sedikit kekecawaan konsumen bisa mengakibatkan menurunnya keengganan dalam menggunakan aplikasi. Maka dari itu, kami sangat memprioritaskan keamanan dan menanganinya dengan sungguh-sungguh,” kata Cary kepada Bloomberg Technoz, Jumat (25/7/2025).
Sejalan dengan hal tersebut, Cary menekankan bahwa DANA telah mengantongi sertifikasi keamanan tingkat tinggi seperti ISO 27001:2022 dan PCI-DSS. Perusahaan juga secara konsisten mendapatkan skor “A” dalam Security Scorecard, yang menurutnya telah setara dengan sejumlah bank besar nasional dan internasional.
Selain infrastruktur teknologi, DANA juga aktif mengedukasi penggunanya. Lewat mini program seperti Tipu Online dan Waspada Online, di mana pengguna dapat mengenali modus penipuan terkini dan diberi peringatan secara real time.






























