Logo Bloomberg Technoz

Sugiono menekankan rencana menampung dan merawat warga Gaza, korban perang Israel murni bentuk kepedulian Pemerintah Indonesia atas dasar kemanusiaan, bukan negosiasi dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Kami akan membantu menyembuhkan warga Gaza yang kemudian, kita lihat dinamikanya sampai saat ini. Jadi, yang ingin saya sampaikan adalah ini upaya kemanusiaan kita. Pak Presiden [Prabowo] sudah berkunjung juga ke beberapa negara GCC [Gulf Cooperation Council/Dewan Kerja Sama Negara Arab di Teluk]," jelasnya.

Pekan lalu, Sekjen Partai Gerinda ini mengatakan pemerintah menyatakan kesediaan untuk menampung hingga seribu korban, dengan catatan mendapat persetujuan dari seluruh pihak terkait, termasuk negara-negara tetangga Gaza, seperti Yordania dan Mesir, serta Otoritas Palestina.

"Jadi waktu itu kita bersedia untuk merawat sampai seribu anak-anak ataupun korban terluka yang membutuhkan perawatan medis. Tentu saja dengan satu persetujuan dari seluruh pihak terkait di sana," ungkapnya di kantornya Gedung Kemlu, Kamis (7/8/2025).

Rencana Pulang Galang sebagai pusat pengobatan warga Gaza mencuat dari pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dalam konferensi pers di Istana. Menurutnya, rencana ini sudah disampaikan Prabowo kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih pada Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/8/2025).

Hasan memastikan proses pengobatan warga Gaza tersebut bukan evakuasi ke luar wilayah Palestina. Prabowo sudah meminta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan untuk menyiapkan sistem dan tata cara proses membawa para korban perang di Gaza menuju Pulau Galang.

"Selesai pengobatan akan kembali lagi ke Gaza," tegas Hasan.

-- Dengan asistensi laporan dari Dovana Hasiana

(ros)

No more pages