Pekan lalu, Hasan Nasbi mengatakan rencana menjadikan Pulau Galang sebagai pusat pengobatan warga Gaza disampaikan Prabowo kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih pada Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/8/2025).
"Sebab di Pulau Galang terdapat fasilitas rumah sakit, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang bisa untuk mengobati sekitar 2.000 warga Gaza," ujar Hasan Nasbi dalam konferensi pers, Kamis (7/8/2025).
Meski begitu, Menlu RI Sugiono menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait lokasi maupun waktu eksekusi rencana tersebut.
"Permintaan yang masuk masih dalam tahap pembahasan teknis, tapi kalau itu tiba-tiba terjadi, kita sudah siap," tegasnya, beberapa jam setelah Konpers Hasan Nasbi.
Laporan ini muncul bersamaan dengan klaim The Associated Press bahwa Israel telah membahas penampungan warga Gaza di Sudan Selatan—yang dibantah oleh pemerintah negara Afrika tersebut "tidak berdasar" dan tidak mencerminkan kebijakan resmi mereka.
Dalam wawancara dengan saluran berita i24 semalam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap emigrasi massal warga Gaza—kebijakan yang didukung Presiden AS Donald Trump awal tahun ini. Dia mengatakan Israel sedang berkomunikasi dengan "beberapa negara" untuk menampung warga sipil yang terusir dari wilayah yang dilanda perang tersebut.
"Saya pikir ini adalah hal yang paling wajar," kata Netanyahu. "Semua yang peduli pada Palestina dan mengatakan ingin membantu Palestina harus membuka pintu bagi mereka. Apa yang Anda khotbahkan pada kami? Kami tidak mengusir mereka—kami memfasilitasi mereka untuk pergi... pertama-tama, [meninggalkan] zona pertempuran, dan juga Jalur Gaza itu sendiri, jika mereka mau."
Ketika ditanya mengapa proses ini belum mengalami kemajuan, Netanyahu menjawab: "Anda membutuhkan negara-negara penerima. Kami sedang berbicara dengan beberapa negara—saya tidak akan merincinya di sini."
(ros)































