Logo Bloomberg Technoz

Harga Nikel Jatuh, Danantara Diminta Kaji Lagi Akuisisi Gunbuster

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 August 2025 11:10

Smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara./dok. GNI
Smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AIPI) meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengkaji ulang wacana akuisisi aset smelter PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), untuk menghindari terjadinya kerugian akibat harga nikel global yang terus lesu.

Sekretaris Jenderal AIPI Haykel Hubeis memandang kondisi industri smelter nikel pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) di Tanah Air tengah babak-belur akibat penurunan harga komoditas dan permintaan yang menurun.

Selain itu, Haykel memandang pasokan bijih nikel di Indonesia sedang tidak terjamin hingga akhirnya para perusahaan smelter harus impor komoditas tersebut. Danantara pun dinilai perlu memerhatikan faktor-faktor tersebut.


Jika wacana akuisisi PT GNI terwujud, Danantara dinilai harus siap bersaing dengan industri smelter sejenis yang telah beroperasi di Indonesia. Untuk itu, Danantara diminta agar mendorong operasional PT GNI menjadi lebih efisien dan memperbarui teknologi yang dimilikinya agar dapat bersaing di pasar ekspor.

“Menurut saya industri nikel ini memang menarik. Akan tetapi, sekarang kan kondisinya juga kita tahu semua ya kondisinya juga kurang bagus kemudian di internasional juga tidak baik-baik saja juga,” kata Haykel ketika dihubungi, Kamis (14/8/2025).