Peserta demo pun meminta Sudewo untuk menemui massa. Akhirnya, dengan kesepakatan dengan kepolisian, Sudewo menemui peserta unjuk rasa di depan kantor bupati dengan mengendarai Barakuda milik Satuan Brimob.
Sudewo pun muncul di hadapan massa dengan berdiri di tengah kendaraan. Dia mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Pati dan berjanji akan bekerja lebih baik ke depannya.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya akan berbuat lebih baik," ujar Sadewo dikutip dari sejumlah video pemberitaan, Rabu (13/08/2025).
Akan tetapi, massa memberikan respon yang keras. Puluhan botol air kemasan dan barang melayang ke arah Sudewo berdiri dan bicara. Sejumlah ajudan kemudian mengambil tameng polisi dan mencoba melindungi Sudewo. Akhirnya, kepolisian memutuskan untuk membawa masuk Sudewo dan menjauhkan mobil Barakuda tersebut dari serangan massa.
Sejumlah peserta aksi unjuk rasa pun terus melontarkan dorongan agar Sudewo mengundurkan diri dari jabatan sebagai Bupati Pati. Padahal, politikus Partai Gerindra ini baru saja menjabat bupati kurang dari setengah tahun, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025.
Mantan anggota DPR dari fraksi Partai Gerindra ini menuai polemik usai mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga 250%. Dia berdalih, Kabupaten Pati belum melakukan revisi tarif pajak selama 14 tahun. Selain itu, pajak tersebut diklaim akan mendongkrak pendapatan daerah untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
(dov/frg)





























