Gedung Putih menolak berkomentar, sementara Trump, saat ditanya wartawan sebelumnya pada Senin, enggan memastikan apakah ia akan memperpanjang kesepakatan. “Kita lihat nanti,” ujarnya. “Kami sudah berhubungan baik dengan China.”
Perpanjangan ini meredakan kekhawatiran pecahnya kembali perang tarif yang dapat menghambat perdagangan AS–China. Ketegangan awal tahun ini sempat mengguncang pasar keuangan global. Langkah ini juga memberi waktu tambahan bagi kedua negara untuk membahas isu lain yang belum terselesaikan, seperti tarif terkait peredaran fentanyl, kekhawatiran AS atas pembelian minyak Rusia dan Iran oleh China, serta sengketa operasional perusahaan AS di negeri itu.
Kesepakatan ini berpotensi membuka jalan bagi Trump untuk mengunjungi China dan bertemu Presiden Xi Jinping pada akhir Oktober, bertepatan dengan pertemuan internasional di Korea Selatan yang kemungkinan akan ia hadiri.
Awal tahun ini, Trump menaikkan tarif terhadap produk China yang dibalas Beijing dengan langkah serupa. Tarif AS terhadap impor China sempat mencapai 145%, sementara China membatasi akses magnet penting bagi manufaktur AS. Pada Mei, kedua pihak sepakat gencatan tarif 90 hari: AS menurunkan tarif menjadi 30% dan Beijing mengurangi bea masuk barang AS menjadi 10% serta kembali mengekspor tanah jarang.
Sikap terbuka Trump terhadap negosiasi dengan China memicu kekhawatiran kalangan petinggi keamanan nasional yang menilai ia kurang tegas terhadap rival geopolitik terbesar AS. Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc bahkan sepakat membayar 15% pendapatan dari penjualan cip AI tertentu ke China demi mendapatkan lisensi ekspor dari pemerintah AS.
Trump juga memberi sinyal kemungkinan mengizinkan Nvidia menjual versi terbatas cip AI tercanggihnya ke China. “Mungkin saja saya akan membuat kesepakatan,” katanya.
Menjelang tenggat, Trump pada Minggu meminta Beijing melipatgandakan pembelian kedelai AS hingga empat kali lipat untuk membantu mengurangi defisit perdagangan.
Keputusan perpanjangan ini mengikuti dua hari pembicaraan di Stockholm pada Juli yang dipimpin Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng—pertemuan ketiga dalam kurang dari tiga bulan. Meski kedua pihak menyatakan puas, kesepakatan tetap rapuh dan keputusan akhir berada di tangan Trump.
Tanah Jarang
Salah satu pembahasan utama adalah bagaimana menjaga stabilitas hubungan dagang sambil tetap menerapkan hambatan seperti tarif dan pembatasan ekspor di sektor-sektor strategis, termasuk teknologi baterai, pertahanan, dan semikonduktor.
Kedua pihak belakangan mencoba meredakan ketegangan. Ekspor magnet tanah jarang dari China mulai pulih pada Juni, sementara AS menyatakan akan mengizinkan pengiriman semikonduktor AI yang sebelumnya diblokir.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, yang ikut dalam perundingan Stockholm, optimistis pasokan magnet dari China dapat kembali normal. “Kami fokus memastikan aliran magnet dari China ke AS dan rantai pasok terkait dapat berjalan bebas seperti sebelumnya. Saat ini kami sudah setengah jalan,” ujarnya kepada CBS.
Data bea cukai terbaru menunjukkan ekspor magnet tanah jarang dari China ke AS naik menjadi 353 ton pada Juni, dari hanya 46 ton pada Mei. Namun jumlah tersebut masih jauh di bawah level sebelum Beijing menerapkan pembatasan pada awal April.
Tekanan Tarif
Penjualan cip AI canggih tetap menjadi masalah. Akhir Juli, otoritas China memanggil Nvidia terkait dugaan celah keamanan pada cip H20 miliknya.
Pembicaraan dagang AS–China ini berjalan terpisah dari negosiasi lain yang dilakukan pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif timbal balik dan bea sektor industri pada negara lain. Saat ini, tarif 30% AS terhadap China terdiri dari bea 20% terkait fentanyl dan bea dasar 10%, di luar tarif yang sudah diberlakukan sejak masa jabatan pertama Trump.
(bbn)






























