Saham produsen cip menguat tipis setelah Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc dilaporkan setuju membayar 15% pendapatan dari penjualan cip AI ke China kepada pemerintah AS demi mendapatkan lisensi ekspor. Deborah Elms dari Hinrich Foundation menilai kesepakatan ini bisa mendorong Gedung Putih menargetkan industri dan produk lain.
Analis CFRA Angelo Zino mengakui pajak tersebut akan menekan margin laba dari penjualan di China, tetapi akses kembali ke pasar tersebut dinilai sepadan. “Kami menilai kabar ini membuka banyak isu lain, karena ketidakpastian geopolitik dapat mengubah rencana dagang yang ada dan memunculkan pertanyaan apakah ini akan menjadi preseden baru bagi industri atau mitra dagang lain,” ujarnya.
Survei Bank of America Corp menunjukkan rekor tertinggi manajer investasi yang menilai saham AS terlalu mahal setelah reli tajam sejak level terendah April akibat tarif impor. Sebanyak 91% responden menyebut valuasi saham AS sudah terlalu tinggi — persentase terbesar sejak data ini mulai dicatat pada 2001.
Sementara itu, strategis Citigroup Inc menaikkan target S&P 500, dengan alasan pemangkasan pajak akan mengimbangi dampak negatif tarif terhadap perusahaan AS. Tim analis yang dipimpin Scott Chronert menyebut kinerja kuartal II menunjukkan “hasil yang impresif” dan proyeksi laba paruh kedua tahun ini sebagian besar masih terjaga.
Dari saham individu, Micron Technology Inc naik 4,1% setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba kuartal fiskal IV berkat “perbaikan harga” pada produk utama. TKO Group Holdings Inc melonjak 10% setelah meneken kesepakatan senilai US$7,7 miliar dengan Paramount Skydance Corp untuk hak eksklusif menyiarkan seluruh ajang Ultimate Fighting Championship di AS.
Saham Albemarle Corp juga melonjak 7,0% seiring kenaikan harga litium, setelah raksasa baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd menghentikan operasi di salah satu tambang utama di China.
(bbn)































