Israel menolak tuduhan memiliki kebijakan kelaparan di Gaza dan mengatakan kelompok Hamas dapat mengakhiri perang dengan menyerah.
“Apa yang terjadi hari ini adalah perkembangan yang sangat berbahaya, bukan hanya bagi rakyat Palestina atau negara-negara tetangga,” kata Abdelatty seperti dilaporkan Reuters, seraya menegaskan bahwa rencana Israel tersebut “tidak dapat diterima”.
Abdelatty menyebut koordinasi penuh antara Mesir dan Turki terkait Gaza, serta merujuk pada pernyataan Komite Menteri OKI yang pada Sabtu mengecam rencana Israel tersebut.
Dalam pernyataannya, Komite Menteri OKI menilai rencana itu merupakan “eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat diterima, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta upaya memperkuat pendudukan ilegal,” yang akan “menghapus setiap peluang perdamaian”.
Tim mediasi dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat telah berbulan-bulan berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. OKI juga mendesak kekuatan dunia dan Dewan Keamanan PBB untuk “menjalankan tanggung jawab hukum dan kemanusiaannya, serta mengambil tindakan segera untuk menghentikan” rencana Israel di Kota Gaza, sambil memastikan akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
(del)































