"Artinya, pemerintah sedikit lebih longgar dalam belanja sambil tetap di bawah batas 3%, yang menurut saya kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Dalam menghadapi semester II, sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memaparkan pentingnya memperbaiki realisasi belanja kementerian dan lembaga (KL) yang sebelumnya terkontraksi di semester I.
"Selain di semester I, ini yang semester II, yang kemarin kita bahas bersama-sama satu yang jadi catatan semester II itu jangan mengulang di semester I. Belanja negaranya merah. Caranya apa? KL kita balikin untuk mulai punya ruang untuk melakukan aktivitasnya," jelas Susi dalam suatu acara diskusi beberapa waktu lalu.
"Nah, tapi jangan dipahami, wah kementerian/lembaga dikasih uang suruh belanja, bukan.Tapi intinya, kita kembalikan pos-pos belanja pemerintah ini supaya tidak kontraksi seperti di periode sebelumnya," ujarnya.
Pemerintah merancang lanjutan stimulus melalui program khusus dan event nasional, serta melanjutkan insentif fiskal seperti PPN DTP untuk sektor transportasi dan wisata. Di sektor investasi, dorongan akan difokuskan pada sektor perumahan melalui KUR dan FLP, serta program padat karya yang menyasar kelompok rentan dan menjaga lapangan kerja.
Selain stimulus jangka pendek, pemerintah juga mengarahkan transformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah-panjang.
Beberapa agenda prioritas meliputi:
1. Diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dengan memperluas akses ke pasar non-tradisional, seperti Afrika dan Timur Tengah, serta memperkuat kerja sama dalam kerangka ASEAN dan RCEP.
2. Penguatan Hilirisasi industri, khususnya pada komoditas nikel dan bauksit, untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global, khususnya di industri baterai kendaraan listrik.
3. Transformasi digital dan ekonomi kreatif, guna mendorong adopsi teknologi digital di sektor UMKM dan industri kreatif untuk meningkatkan daya saing dan inklusi ekonomi. Pemerintah juga mendorong pengembangan ekosistem startup dan inovasi melalui berbagai insentif dan program pendukung.
4. Penguatan ketahanan pangan dan energi, dengan meningkatkan produksi dalam negeri melalui modernisasi pertanian dan pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan nasional.
(ain)





























