Logo Bloomberg Technoz

“Itu semua bagian dari usaha kami menjadi bagian dari industri tekfin yang punya peran dan punya kontribusi nyata terhadap ekosistem ekonomi digital Indonesia,” jelasnya. 

Digitalisasi UMKM via DANA Bisnis dan SisBerdaya

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil, DANA menghadirkan program DANA Bisnis dan program edukatif SisBerdaya. Lewat Bisnis, UMKM bisa mencatat transaksi secara digital dan mengakses layanan QRIS.

Sementara lewat SisBerdaya, yang telah berjalan sejak tiga tahun lalu, menjadi program unggulan untuk memberdayakan UMKM perempuan. "Bentuk lainnya di tahun 2024 kemarin, kami melakukan inovasi. Selain SisBerdaya, kita ada DisBerdaya atau Disabilitas Berdaya, di mana kami tetap menargetkan UMKM perempuan, namun mereka adalah UMKM perempuan penyandang disabilitas. Jadi itulah bentuk-bentuk inovasi dan bentuk-bentuk program unggulan kami yang dilakukan setiap tahun sejak 2022," ujar Olavina. 

Program-program ini telah terbukti berdampak. Menurut survei internal perusahaan, hal ini kian menunjukkan hampir seluruh peserta merasa terbantu dan mengalami efisiensi usaha setelah bergabung.

DANA, ungkap Olavina, juga mulai menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pilar bisnis. Laporan ESG perdana ditargetkan terbit pada kuartal IV 2025, selaras dengan standar internasional seperti GRI dan SASB. 

“Selain dari sisi laporan, kami juga banyak melakukan inisiatif-inisiatif yang berhubungan dengan lingkungan, misalnya bagaimana kami menangani limbah, bagaimana kami mendukung program di luar sana yang dilakukan oleh berbagai organisasi untuk kesejahteraan lingkungan, bagaimana kami bisa berpartisipasi di dalamnya, dan mudah-mudahan ini akan terus dilakukan secara setiap tahun, mulai 2026 ke depan, mungkin akan lebih dalam lagi dalam hal climate initiative dan lain sebagainya.”

Pengukuran Dampak dan Literasi Jadi Fokus

Untuk mengukur dampak sosial dan ekonomi terhadap UMKM, DANA senantiasa memantau tren transaksi, pertumbuhan merchant, hingga persebaran wilayah. Selain itu, DANA bekerja sama dengan lembaga riset independen untuk melakukan studi kuantitatif dan kualitatif.

Meski demikian, Olavina tak menampik jika literasi digital dan kepercayaan publik masih menjadi tantangan utama dalam industri ini. Oleh karena itu, DANA rutin menjalankan edukasi baik di dalam aplikasi maupun di lapangan, serta terus memperkuat fitur keamanan seperti DANA Protection. 

“Scam Checker adalah inovasi yang kami lakukan agar pengguna dapat mengecek apakah ini penipuan atau bukan dan melaporkannya. Kemudian yang terakhir adalah Smart Friction untuk membantu pengguna agar melakukan pengecekan dengan lebih waspada saat mengirim uang terhadap pihak-pihak yang tidak diketahui. Itu strategi yang kami lakukan untuk menjaga keamanan transaksi digital publik,” jelas dia.

Di sisi lain, DANA menyadari tidak semua kelompok masyarakat siap menghadapi digitalisasi secara cepat. Maka dari itu, mereka mengusung pendekatan edukasi bertahap dan personal.

“Edukasi itu masih penting untuk dilakukan dan bukan hanya edukasi secara formal, tapi juga mungkin secara informal atau lewat berbagai macam kesempatan, berbagai macam bentuk, berbagai macam kondisi. DANA bahkan punya edukasi yang lebih digamifikasi, simulasi seperti permainan, tapi ternyata bisa diakhiri dengan edukasi.”

Menjadi e-Wallet Tepercaya ASEAN

Adapun dalam lima tahun mendatang, DANA menargetkan menjadi e-wallet tepercaya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di kawasan ASEAN. Visi besarnya adalah menjembatani masyarakat menuju cashless society yang inklusif dan, “tentunya beroperasi secara bertanggung jawab bertanggung jawab berkelanjutan dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.”

(tim)

No more pages