Pemantauan terbaru menunjukkan tidak ada hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Jambi. Namun, Kabupaten Muaro Jambi menjadi perhatian karena 11 stasiun mencatat status bahaya atau hitam (kurang dari -80 cm) dan 7 stasiun kategori sangat rawan (–60 hingga –80 cm). Wilayah Tanjak Timur juga masuk dalam radar pemantauan dengan 10 stasiun berstatus rawan (–40 hingga –60 cm).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya pemantauan udara sebagai strategi pencegahan kebakaran di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar. “Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Komitmen Pemerintah Provinsi Jambi patut diapresiasi,” katanya.
Rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Kantor Gubernur Jambi juga dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, serta pejabat lintas sektor. Mereka sepakat memperkuat upaya mitigasi menghadapi musim kering dan potensi cuaca ekstrem.
(fik/spt)






























