Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham–saham potensial terutama saham Prajogo Pangestu yang mendorong melesatnya IHSG keseluruhan.
Saham TPIA, saham BRPT, saham BREN, dan juga saham CDIA misalnya, berhasil menguat hingga saham CDIA kembali atas Auto Reject Atas (ARA) menyentuh kenaikan 9,76% point–to–point dalam satu hari perdagangan.
Saham CDIA memuncak di zona ARA, melesat setinggi 145 poin atau dengan kenaikan 9,76% di level Rp1.630/saham. Dengan diperdagangkan 51 juta saham, dan nilai transaksi Rp81,54 miliar.
Yang juga sama potensialnya, saham TPIA menguat 5,12% di level Rp9.750/saham usai sebanyak 15,9 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham TPIA hari ini mencapai Rp155,22 miliar.
Saham BRPT, yang merupakan induk dari Grup Barito, juga berhasil mencatatkan kenaikan 4,56% di level Rp2.750/saham.
Saham BREN juga berhasil menguat dengan keberhasilan menghijau 0,95% di level Rp7.900/saham usai sebanyak 9,35 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BREN hari ini mencapai Rp73,61 miliar.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (1/8/2025).
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 11,44 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 10,74 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 9,93 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 8,96 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 8,65 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 7,48 poin
- Chandra Daya Investasi (CDIA) menyumbang 4,43 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 4,39 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 2,85 poin
- Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 1,94 poin
(fad/aji)

























