Logo Bloomberg Technoz

Beban keuangan juga meningkat menjadi US$189,34 juta. Selain itu, perusahaan membukukan rugi kurs sebesar USD9,09 juta, berbalik dari laba kurs US$20,97 juta setahun sebelumnya.

Alhasil, laba sebelum pajak melonjak menjadi US$1,74 miliar, naik tajam dari hanya US$106,82 juta pada semester I/2024. Laba periode berjalan pun ikut terdongkrak hingga US$1,72 miliar, naik lebih dari 3.300% secara tahunan.

Meski mencetak laba jumbo, neraca BRPT turut mengalami ekspansi besar. Total aset perusahaan melonjak menjadi US$15,19 miliar per akhir Juni 2025, naik dari US$10,53 miliar di akhir 2024.

Peningkatan ini sebagian ditopang oleh penguatan ekuitas menjadi US$6,2 miliar. Di sisi lain, liabilitas ikut membengkak menjadi US$8,98 miliar dari posisi akhir tahun lalu sebesar US$6,34 miliar.

(rtd/spt)

No more pages