Adapun, PT Taikun Petro Chemical merupakan konsorsium perusahaan China terdiri dari Tongkun Group, Xinfengming Group, dan Tsingshan Group.
Proyek kilang terintegrasi itu diperkirakan menelan investasi sebesar US$5,94 miliar atau sekitar Rp97,55 triliun (asumsi kurs Rp16.400 per dolar AS) di Kawasan Industri Kalimantan Utara atau Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dengan kapasitas 10 juta ton minyak mentah per tahun.
Rencanannya, proyek ini bakal mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia, serta meningkatkan nilai tambah industri hilir.
Secara ekonomi, proyek ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi tambahan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$9 miliar per tahun.
Sementara itu, proyek itu juga diperkirakan mengerek penerimaan pajak pemerintah sebesar US$140 juta per tahun, serta menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja langsung dan 8.000 lapangan kerja tidak langsung.
(naw)
































