Logo Bloomberg Technoz

Bos UNVR Bicara Fenomena Rojali, Lihat Sekarang Beli Belakangan

Artha Adventy
31 July 2025 15:35

Produk perawatan Unilever NV Pond's dan Rexona ditampilkan untuk dijual di Jakarta, Indonesia, Rabu (14/11/2012). (Dadang Tri/Bloomberg)
Produk perawatan Unilever NV Pond's dan Rexona ditampilkan untuk dijual di Jakarta, Indonesia, Rabu (14/11/2012). (Dadang Tri/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) buka suara terkait adanya fenomena Rojali atau Rombongan Jarang Beli, yang menggambarkan perilaku konsumen yang datang ke toko atau pusat perbelanjaan hanya untuk melihat-lihat produk tanpa langsung membeli.

Fenomena itu tidak terlalu berdampak terhadap UNVR, namun tak bisa dipungkiri Rojali membuat perputaran barang menjadi lebih lambat.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Niraj Lal menyampaikan, di portofolio kecantikan dan perawatan pribadi, konsumen bisa membeli di tempat lain setelah melihat atau ‘window shopping’ di di toko fisik atau pusat perbelanjaan.


“Memang ada bagian dari portofolio kami, khususnya di segmen kecantikan dan perawatan pribadi, di mana konsumen memang datang ke mal, melihat berbagai produk, namun pembelian akhirnya bisa terjadi di tempat lain, bukan di mal atau toko fisik,” kata Niraj, Kamis (31/7/2025).

Dia menekankan  bahwa mayoritas portofolio Unilever tidak terlalu terdampak oleh perilaku tersebut. Namun, perusahaan tetap fokus menjaga ketersediaan produk di semua kanal, baik offline maupun online.