Pakar Siber Soal Data Bocor: Pemprov Jabar Cepat Ambil Kesimpulan
Farid Nurhakim
31 July 2025 10:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar keamanan siber Pratama Persadha merespons pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan yang mengatakan tak ada yang harus dievalusi karena tidak ada sistem yang dibobol. Hal ini terkait adanya dugaan data bocor milik warga Jabar sebanyak 4,6 juta.
“Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang menyebut tidak perlu dilakukan evaluasi sistem keamanan siber karena menganggap tidak ada indikasi kebocoran data dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Bara, patut mendapat perhatian dan kajian kritis dari sudut pandang keamanan siber nasional,” kata Pratama kepada Bloomberg Technoz, Kamis (31/7/2025).
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) itu pun menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang mengeklaim sepihak tanpa bukti nyata merupakan sikap yang tergesa-gesa dari pemerintah dalam menyimpukan situasi. Di mana seyogyanya perlu direspons dengan hati-hati dan transparan pada ranah digital forensik atau penyelidikan digital.
“Mengatakan bahwa sistem milik Pemprov Jabar aman dan menyebut dugaan kebocoran data sebagai klaim sepihak tanpa bukti nyata adalah sikap yang terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam situasi yang seharusnya ditanggapi dengan kehati-hatian dan keterbukaan terhadap penyelidikan digital,” terang Pratama.
Menurut dia, dalam kasus dugaan kebocoran data warga Jabar yang diklaim oleh aktor ancaman atau threat actor yang menggunakan nama alias DarkGhost di underground forum, DarkForums dan kanal Telegram miliknya, posisi Pemprov Jabar seharusnya tak defensif, melainan kolaboratif.





























