Logo Bloomberg Technoz

Ara juga menyampaikan saat menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto, dia dimintai memberikan laporan perkembangan di bidang rumah. 

Katanya, salah satu laporannya adalah peningkatan kuota rumah subsidi nasional. Di mana, tahun 2025 ini mencapai 350 ribu unit, angka ini naik dari kisaran 200 ribu unit pada tahun sebelumnya.

"Karena rumah subsidi ini pertama kali, itu kuota meningkat biasanya 200.000-an, tahun ini ada 350.000 berkat dukungan Presiden Prabowo dari Gubernur Bank Indonesia, DPR dan Menteri Keuangan. Jadi kita luar biasa," sebutnya.

Ara mengungkap, adapun sebaran alokasi rumah subsidi yang ditetapkan bagi kelompok petani sebanyak 20.000 unit, nelayan 20.000 unit, buruh 20.000 unit, dan wartawab 3.000 unit. Kemudian, sopir 8.000 unit dan guru sebanyak 20.000 unit.

Skema pembiayaan rumah subsidi menggunakan suku bunga sebesar 5% karena, jauh lebih rendah dibandingkan skema rumah komersial yang mencapai 12%. Hal ini diklaim menjadi satu terobosan yang menarik dan banyak peminat, kata Ara.

"Salah satu terobosan adalah karena ini menarik, bunganya hanya 5% karena subsidi, kalau komersial 12%," jelasnya.

Ara menyampaikan bahwa masyarakat hanya dibebani uang muka atau DP sebesar 1% saja. Sehingga, peminat rumah subsidi ini terbilang banyak. "Kemudian DP 1% jadi peminatnya banyak sekali," jelasnya.

(mef/spt)

No more pages