Logo Bloomberg Technoz

Strategi CEO Baru Belum Terlihat, Penjualan Starbucks Anjlok

News
30 July 2025 20:00

Ilustrasi Starbucks. (Soichiro Koriyama/Bloomberg)
Ilustrasi Starbucks. (Soichiro Koriyama/Bloomberg)

Daniela Sirtori- Bloomberg News

Bloomberg, Penjualan dan laba Starbucks Corp. turun melebihi perkiraan. Hal ini sekaligus menandai rencana kebangkitan lewat percepatan layanan dan pembaruan suasana kafe belum membuahkan hasil.

Penjualan comparable turun 2% pada kuartal fiskal ketiga, lebih dalam ketimbang proyeksi analis yang disurvei Bloomberg yakni sebesar 1,5%. Laba per saham, tidak termasuk beberapa item, mencapai 50 sen,  jauh di bawah estimasi rata-rata 65 sen.


Starbucks tengah mencoba bangkit setelah mengalami tren penurunan penjualan gerai sejenis (SSSG) selama satu setengah tahun terakhir. Chief Executive Officer Brian Niccol, yang memimpin Perseroan sejak September, bertaruh bisa menggairahkan kembali bisnis AS dengan memangkas waktu tunggu, memperbarui menu, dan merombak gerai agar kembali nyaman untuk duduk.

Meski analis dan investor umumnya menyambut perubahan ini, mereka masih berhati-hati soal waktu dan biaya yang diperlukan. Niccol mengatakan Selasa bahwa upaya pemulihan “lebih cepat dari jadwal,” dan berjanji meluncurkan “gelombang inovasi pada 2026.” Starbucks memangkas biaya pembangunan gerai hingga 30% dan mulai melihat kemajuan dari program baru penambahan staf, peningkatan layanan pelanggan, serta fokus pada pesanan dalam gerai dan drive-thru.