Singapura Tahan Kebijakan Moneter, Pantau Dampak Tarif AS
News
30 July 2025 13:20

Swati Pandey - Bloomberg News
Bloomberg, Otoritas Moneter Singapura (MAS) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya pada Rabu (30/7), setelah dua kali berturut-turut melakukan pelonggaran. Inflasi yang masih terkendali memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk mencermati dampak ekonomi dari tarif AS, baik tahun ini maupun tahun depan.
MAS, yang menggunakan nilai tukar sebagai instrumen utama kebijakan alih-alih suku bunga, menyatakan akan mempertahankan kemiringan, lebar, dan titik tengah dari pita kebijakan saat ini. Keputusan ini sejalan dengan prediksi 14 dari 19 ekonom yang disurvei Bloomberg.
“Untuk saat ini, dampak tarif bagi Singapura masih sangat tidak pasti,” ujar Selena Ling, Kepala Riset dan Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp. “Meski perlambatan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini tampak tak terelakkan, proyeksi inflasi masih memiliki risiko dua arah. Jadi, keputusan untuk tidak mengubah kebijakan hari ini adalah langkah paling masuk akal.”
Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), yang akan mengumumkan kebijakannya Kamis (31/7), diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Dalam beberapa hari terakhir, bank sentral Australia, Selandia Baru, Korea, dan Jepang juga menahan suku bunga acuan mereka.
































