Logo Bloomberg Technoz

Vale (INCO) Akan Efisiensi Capex, Mitigasi Kejatuhan Harga Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 July 2025 09:50

Ruang kendali Pembangkit Listrik Tenaga Air Balambano, PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/6/2022). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ruang kendali Pembangkit Listrik Tenaga Air Balambano, PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/6/2022). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana melakukan efisiensi belanja modal atau capital expenditure (capex) guna mengurangi beban pendanaan senilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp19,56 triliun, seiring dengan melemahnya harga nikel dunia.

Presiden Direktur Vale Indonesia Bernardus Irmanto menjelaskan kebutuhan pendanaan tersebut dapat ditekan jika harga bijih nikel dunia membaik dan upaya efisiensi capex berjalan optimal.

“Jadi ada beberapa hal yang memang menentukan berapa sih sebetulnya angka yang akan kami cari gitu nanti di market. Jadi itu angka konservatif lah ya kami bilang,” kata Bernardus kepada awak media di Jakarta Selatan, dikutip Selasa (29/7/2025).


Vale saat ini tengah mengembangkan tiga tambang di Bahodopi, Sulawesi Tengah; Pomalaa, Sulawesi Tenggara; dan Sorowako, Sulawesi Selatan yang dikombinasikan dengan pembangunan fasilitas smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) sebagai bagian dari strategi hilirisasi di Indonesia.

Tiga proyek jumbo ini memiliki nilai investasi mencapai US$8,5 miliar. 

Kompleks pengolahan nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/6/2022). (Dimas Ardian/Bloomberg)