Logo Bloomberg Technoz

Dolar AS Melompat Tertinggi Sejak Mei, Nasib Rupiah Bisa Runyam

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 July 2025 07:37

Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan akan kembali tertekan dalam perdagangan hari ini, Selasa (29/7/2025), ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan keperkasaan di kala pasar mendapati perkembangan kesepakatan dagang serta antisipasi terhadap rilis berbagai data ekonomi penting.

Indeks dolar AS ditutup melompat naik hingga 1,01% di level 98,63. Ini menjadi kenaikan tertinggi sehari DXY sejak terakhir terjadi pada 12 Mei lalu.

Lonjakan DXY akan dilatari oleh ketidakpastian yang relatif reda terkait kesepakatan perdagangan AS dengan negara-negara utama, seperti Uni Eropa, yang menyalakan harapan akan perpanjangan gencatan tarif AS dengan Tiongkok. 


Pada saat yang sama, pasar juga menunggu rilis data yang sangat menentukan pergerakan harga sampai sisa tahun ini. Mulai dari hasil pertemuan Federal Reserve, laporan pekerjaan AS juga data konsumsi dan pengeluaran, disusul laporan aktivitas infrastruktur berbagai negara ketika tenggat waktu pemberlakuan tarif Trump juga jatuh pada pekan ini.

Kenaikan indeks dolar AS menekan pamor rupiah di pasar offshore. Kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) tertekan hingga ditutup melemah 0,27% pada penutupan bursa New York kemarin.