Valuta Asia 'Lautan Merah', Rupiah Turut Terjebak Melemah
Redaksi
28 July 2025 16:03

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan pasar spot hari pertama pekan ini, di tengah tekanan yang dialami oleh mata uang Asia ketika indeks dolar Amerika Serikat (AS) merangkak, jelang pertemuan bank sentral AS dan rilis berbagai data ekonomi penting, serta perkembangan tarif dagang.
Peningkatan tensi konflik antara Thailand dan Kamboja juga membebani pergerakan pasar regional, tak terkecuali valutanya.
Melansir Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,17% di level Rp16.342/US$ di pasar spot pada Senin (28/7/2025). Rupiah melemah bersama mata uang Asia lain yang juga tertekan di zona merah. Yen paling dalam terperosok dengan pelemahan nilai 0,38%, lalu dolar Taiwan 0,26%, disusul won 0,23%, ringgit 0,19%. Kemudian di belakang rupiah, ada dolar Singapura melemah 0,16%, dan yuan offshore 0,09%, peso 0,08%, yuan Tiongkok 0,05% dan rupee 0,04%.
Indeks dolar AS bergerak menguat di level 98,09, menguat 0,46% sehingga menekan pergerakan mata uang yang jadi lawannya.
Pelemahan rupiah hari ini, yang terjadi sejak pagi tadi, berlangsung ketika reli kembali marak di pasar saham. IHSG sejauh ini masih mempertahankan penguatannya lebih dari 1% di level 7.625.





























