Pertemuan mereka berlangsung sehari setelah Trump mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menghindari perang dagang yang merugikan dengan blok perdagangan terbesar AS. Uni Eropa akan menghadapi tarif 15% atas sebagian besar ekspornya ke AS, termasuk mobil. Angka itu lebih tinggi daripada bea masuk 10 persen pada sebagian besar barang Inggris yang disepakati Starmer pada Mei lalu dalam kesepakatan dengan Trump.
Trump mengatakan kesepakatan itu “dalam kondisi sangat baik,” namun enggan menyebut apakah mereka bisa menyelesaikan perbedaan terkait impor logam.
Starmer menempatkan dirinya berbeda dari banyak pemimpin Eropa lain dengan berupaya menarik simpati Trump, meski ia seorang politisi tengah-kiri yang secara ideologi maupun pribadi tak banyak memiliki kesamaan dengan presiden AS tersebut.
Presiden AS itu menjabat tangan Starmer saat mereka berjumpa di lapangan. Perdana menteri ditemani istrinya, Victoria, sementara alunan bagpipe mengiringi ketiganya berbincang sambil memandang hamparan properti tersebut.
Kesepakatan dagang Starmer menjadi kemenangan awal bagi pendekatannya, namun pakta tersebut beserta upayanya merayu Trump secara keseluruhan kini diuji oleh ancaman perdagangan berkelanjutan dari presiden AS serta krisis di Gaza dan Ukraina.
Namun, tak tampak banyak perbedaan publik antara kedua pria tersebut. Trump memuji penanganan Starmer soal migrasi, isu pelik lainnya.
“Saya dengar Anda mengambil sikap sangat tegas terhadap imigrasi, dan bersikap tegas soal imigrasi itu sangat penting,” kata Trump.
Presiden AS sebelumnya mengatakan ia ingin “menyempurnakan” kerangka perjanjian dagang mereka namun juga mengisyaratkan ruang negosiasi tambahan sangat terbatas. Washington dan London masih berselisih soal tarif baja dan aluminium Inggris yang tetap sebesar 25%.
Dalam kesepakatan itu, Trump berjanji mencabut bea masuk pada kuota tertentu untuk impor logam, tetapi mekanismenya belum disepakati karena perbedaan mengenai aturan “melt-and-pour” terkait asal produksi baja. Inggris juga berharap mendapat pengecualian dari tarif farmasi yang diancam Trump.
Starmer belakangan meningkatkan kritiknya terhadap Israel di tengah kemarahan internasional terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kelaparan di wilayah tersebut. Militer Israel menghentikan sebagian operasi terhadap Hamas pada Minggu untuk memungkinkan konvoi bantuan PBB masuk.
Starmer akan membahas rencana Inggris dengan Trump yang dirancang untuk memberikan bantuan segera bagi warga Gaza serta merumuskan jalur menuju perdamaian permanen melalui solusi dua negara, kata juru bicaranya Dave Pares kepada wartawan, Senin. Ia menambahkan, pengakuan Inggris atas negara Palestina adalah “soal kapan, bukan jika,” tetapi harus menjadi salah satu langkah dalam jalur menuju perdamaian.
(bbn)
































