Logo Bloomberg Technoz

Nasib Pertumbuhan Kredit Kala Bankir Pilih Timbun Surat Berharga

Redaksi
24 July 2025 14:50

Penyaluran kredit perbankan makin lemah pada Juni 2025 (Gambar ilustrasi ATM Bank -Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Penyaluran kredit perbankan makin lemah pada Juni 2025 (Gambar ilustrasi ATM Bank -Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja penyaluran kredit perbankan tahun ini diperkirakan lebih buruk di tengah kelesuan permintaan pembiayaan baru dari korporasi maupun perorangan, juga kecenderungan perbankan menumpuk dana di surat berharga ketika risiko dinilai masih tinggi untuk menggeber laju kredit.

Laju pertumbuhan kredit pada kuartal kedua tahun ini, masih lesu kendati sedikit menggeliat dibanding kuartal sebelumnya. Pada kuartal ketiga ini, penyaluran kredit diperkirakan akan kembali melambat.

Penurunan suku bunga acuan, BI rate, yang sudah terjadi tiga kali tahun ini, seharusnya sudah memberi dorongan pada tingkat bunga kredit perbankan yang lebih rendah. Namun, sepertinya hal itu belum cukup untuk memantik minat dunia usaha memanfaatkan pembiayaan dari perbankan.


Di sisi lain, para bankir juga terlihat masih berhati-hati menyalurkan pembiayaan ke sektor riil ketika laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mulai menggeliat, terlihat dari penerapan standar pemberian kredit (lending standard) yang lebih ketat terutama untuk kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), kredit modal kerja juga kredit perumahan (KPR/KPA).

Ilutrasi penyaluran kredit perbankan. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Hal itu terungkap dari laporan terbaru Survei Perbankan kuartal II-2025 yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Rabu (23/7/2025).