Menurut sumber yang meminta dirahasiakan identitasnya itu menyebut rights issue PANI dilakukan untuk keperluan penambahan cadangan lahan atau land bank.
Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi terkait isu tersebut kepada manajemen PANI. Belum ada tanggapan hinga berita ini diturunkan.
Sebagai catatan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sudah ada 10 emiten yang menggelar rights issue sejak awal tahun hingga 18 Juli 2025, dengan nilai emisi Rp9,51 triliun.
Masih ada empat emiten dalam pipeline rights issue, namun belum ada pipeline dari sektor properti.
Adapun keempat pipeline rights issue tersebut berasal dari dua emiten di sektor industri dasar, satu rights issue dari sektor kesehatan, dan satu emiten dari sektor trasportasi & logistik.
Di sisi lain, PANI masih butuh modal besar untuk mengembangkan kawasan PIK 2. Perusahaan butuh setidaknya Rp5 triliun tahun depan, untuk mengembangkan kawasan tersebut secara bertahap, termasuk rencana pembangunan pelabuhan dan sirkuti F1.
Disclaimer: Berita ini bukan merupakan rekomendasi untuk saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Bloomberg Technoz tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi dari pengambilan keputusan investasi pembaca.
(dhf)































