Logo Bloomberg Technoz

Rosan menyebut Danantara akan mengandalkan dua jalur utama dalam skema pengembalian pinjaman yaitu dividen dari BUMN dan entitas terkait, serta hasil investasi dan reinvestasi Dana Antara Investment yang akan dikelola secara terpisah.

“Dari segi investasinya juga akan ada return yang baik. Jadi kita punya dua streamline, satu dari dividend, satu lagi dari reinvestasi,” jelasnya.

Saat ditanya soal kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan dividen akibat pembentukan koperasi strategis BUMN seperti Koperasi Desa Merah Putih, Rosan menilai hal itu masih terlalu jauh. “Itu belum kita ini (bahas). Pokoknya, kami akan menjalankan dengan prinsip bisnis dan praktik perbankan yang prudent,” ujarnya.

Danantara saat ini juga menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga global. Salah satu yang disebut adalah DFC (U.S. International Development Finance Corporation). Menurut Rosan, pembicaraan dengan DFC sudah berlangsung cukup jauh, meskipun sifatnya tidak berkaitan langsung dengan isu negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“DFC itu mungkin juga akan bertransformasi jadi perusahaan investasi negara Amerika. Kerjasama kita cukup bagus, tapi memang itu terpisah (dari negosiasi dagang),” jelasnya.

Sementara itu, Rosan juga mengonfirmasi rencana kerja sama dengan KPR (Kilang Pertamina Rokan) dalam pembangunan 17 kilang modular. Meski enggan merinci nilai proyek tersebut, ia memastikan proyek itu merupakan bagian dari strategi hilirisasi nasional Dana Antara.

Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai nilai kontrak dan detail proyek, Rosan menghindari pertanyaan lebih lanjut sambil berlalu. 

***Dengan asistensi Recha Tiara

(rtd/dhf)

No more pages