Logo Bloomberg Technoz

Bank-bank Thailand diperkirakan “akan berkinerja lebih buruk dibandingkan rekan-rekan mereka di pasar utama Asia Tenggara hingga akhir tahun,” kata analis Bloomberg Intelligence, Sarah Jane Mahmud. 

Lemahnya pinjaman domestik diperburuk oleh melambatnya perdagangan global dan “tingginya tingkat kredit macet yang diperkirakan akan memburuk seiring bisnis kecil kesulitan akibat jumlah wisatawan yang datang lebih rendah dari perkiraan serta persaingan dari masuknya barang murah dari Tiongkok dalam perang dagang baru,” ujarnya.

TMBThanachart Bank memperkirakan ekonomi Thailand akan terus melambat pada kuartal ketiga karena konsumsi dan investasi secara keseluruhan yang menurun, menurut pernyataan keuangan mereka pada 18 Juli. Bank tersebut mencatat pendapatan bersih kuartal kedua sebesar 5 miliar baht (US$155,06 juta), turun 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasikornbank mencatat penurunan laba bersih kuartal kedua sebesar 3,2% secara tahunan akibat penurunan pendapatan bunga bersih sejalan dengan kondisi pasar. Bank ini menyatakan tetap fokus pada ekspansi kredit berkualitas.

SCB X memperkirakan pertumbuhan pinjaman sepanjang tahun akan berada di bawah batas bawah targetnya sebesar 1%–3%, meskipun bank ini melaporkan lonjakan laba bersih kuartal kedua sebesar 27,7% secara tahunan yang didukung oleh kenaikan hasil investasi.

Bangkok Bank mencatat kenaikan laba bersih kuartal kedua sebesar 0,3% secara tahunan. Tekanan inflasi yang rendah menunjukkan bahwa permintaan domestik “belum sepenuhnya pulih,” menurut pernyataan keuangan terbaru mereka.

Kasikornbank dan SCB X diperkirakan akan mengalami penurunan laba bersih kuartal ketiga secara tahunan karena margin bunga bersih yang menurun akibat pemangkasan suku bunga kebijakan, menurut analis Krungsri Securities, Chayaporn Tocharoen.

“Pinjaman dari bank-bank komersial Thailand tidak diharapkan tumbuh pada kuartal ketiga, terutama karena prospek ekspor yang lemah,” kata analis Kasikorn Securities, Korakot Sawetkruttamat. Ia juga menyatakan bahwa kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) diperkirakan meningkat pada paruh kedua tahun ini karena jumlah pendaftar program keringanan utang pemerintah yang lebih rendah dari ekspektasi. 

Sementara itu, para eksportir mungkin akan kesulitan membayar kembali pinjaman mereka jika dikenakan tarif tinggi oleh AS, tambahnya.

Pemerintah Thailand pada akhir tahun 2024 memberlakukan langkah-langkah keringanan utang yang mencakup penangguhan bunga selama tiga tahun serta pengurangan pembayaran pokok utang.

“Namun, langkah-langkah kebijakan memerlukan waktu untuk benar-benar membuahkan hasil dan menghasilkan perubahan struktural,” kata Deepali Seth Chhabria, analis kredit utama di S&P Global Ratings.

Tarif yang dinegosiasikan lebih rendah dapat memberikan sedikit kelegaan bagi bank-bank Thailand, ujar analis Bloomberg Intelligence, Sarah Jane. Peningkatan aktivitas manajemen kekayaan di Thailand juga dapat “membantu meningkatkan pendapatan berbasis biaya dan mendukung pemasukan saat pendapatan bunga bersih melemah,” tambahnya.

(bbn)

No more pages