Di Amerika Serikat (AS), sejumlah petinggi bank sentral Federal Reserve berpendapat sudah saatnya suku bunga acuan turun. Di antaranya adalah Anggota Dewan Gubernur Christopher Waller dan Michelle ‘Miki’ Bowman,
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Di sisi perdagangan, Uni Eropa sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tidak ada kesepakatan dagang dengan AS. Ini karena perundingan sepertinya berjalan sangat alot. Pasar juga menanti tenggat waktu 1 Agustus yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada berbagai negara untuk penerapan tarif resiprokal.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Ketika situasi bergejolak, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk menyelamatkan portofolio mereka.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah masih kuat menanjak atau justru terdepak?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 60. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun, investor perlu waspada karena indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, ada kemungkinan harga emas bisa turun hari ini. Maklum, tentu akan datang saatnya konsolidasi ketika harga sudah naik cukup tinggi.
Target support terdekat adalah US$ 3.356/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 3.349/troy ons bisa menjadi target selanjutnya,
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MA-200 di US$ 2.984/troy ons.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 3.407/troy ons. Penembusan di titik ini bisa mengantar harga emas ke arah US$ 3.412-3.422/troy ons.
(aji)
































