Namun hati-hati karena indikator Stochastic RSI sudah berada di angka 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, bisa saja harga batu bara turun minggu ini. Cermati pivot point di US$ 109/ton.
Dari pivot point tersebut, harga batu bara kemungkinan menguji support US$ 108/ton yang menjadi Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di US$ 104/ton yang merupakan MA-10.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 101/ton.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 120/ton. Jika tertembus, maka harga batu bara bisa melesat ke arah US$ 128/ton.
Angin Segar
Akhir-akhir ini, harga batu bara sejatinya sedang dalam tren menguat. Dalam sebulan terakhir, harga terangkat 3,18%.
Selain musim panas yang meningkatkan penggunaan pendingin ruangan (air conditioner/AC), sentimen positif bagi batu bara juga datang dari Amerika Serikat (AS). Di bawah komando Presiden Donald Trump, sepertinya batu bara akan mendapatkan kesempatan kedua.
Bloomberg News mengabarkan, Trump menyebut akan ada investasi sebanyak US$ 92 miliar untuk pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AS) dan infrastruktur energi. Hal itu disampaikan dalam kunjungan ke Pennsylvania pertengahan bulan ini.
“Komitmen ini akan dirancang dan dibuat di sini. Di Pennsylvania, Pittsburgh, dan AS,” tegas Trump dalam pembukaan acara Pennsylvania Energy and Innovation Summit.
Untuk pengembangan AI dan pusat data (data center), AS membutuhkan energi yang mumpuni. Oleh karena itu, Trump menegaskan akan menggenjot kapasitas produksi listrik dari batu bara, gas alam, dan nuklir.
(aji)






























