Moolenaar mendesak Kementerian Perdagangan memberi penjelasan selambatnya 8 Agustus mengenai alasan perubahan kebijakan, serta bagaimana mekanisme pemberian lisensi dan jumlah chip H20 yang akan diizinkan untuk dikirim ke China.
“Menyetujui penjualan dalam jumlah besar akan memberikan China daya komputasi yang mereka butuhkan untuk mengembangkan model AI canggih yang terbuka bagi publik, seperti yang dilakukan DeepSeek dengan R1,” tulis Moolenaar. “Ini bagian dari strategi sistematis China untuk merebut pangsa pasar dan menetapkan standar global.”
Kementerian Perdagangan merujuk pada wawancara Lutnick dengan CNBC hari Selasa lalu, saat ia mengatakan chip yang akan dijual ke China memiliki performa jauh di bawah chip-chip canggih yang digunakan perusahaan AS.
“Kita tidak menjual barang terbaik kita, bukan yang kedua terbaik, bahkan bukan yang ketiga terbaik,” kata Lutnick kepada CNBC.
Dalam pernyataan tertulis, Nvidia menegaskan kembali bahwa kepentingan nasional AS akan diuntungkan jika perangkat kerasnya menjadi pondasi pembangunan sistem AI global.
“Amerika akan menang jika dunia membangun di atas teknologi buatan AS,” kata perusahaan. “Pemerintah telah membuat keputusan terbaik bagi Amerika, mendukung kepemimpinan teknologi nasional, pertumbuhan ekonomi, dan keamanan nasional.”
Beberapa pejabat, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan terhadap H20 merupakan bagian dari upaya untuk mengamankan pasokan mineral tanah jarang dari China, salah satu fokus utama AS dalam negosiasi perdagangan yang tengah berlangsung. Padahal sebelumnya, pemerintah menyatakan ekspor H20 tidak masuk dalam agenda perundingan tersebut.
Kementerian Perdagangan China pada Jumat menyatakan bahwa AS harus meninggalkan pola pikir “zero-sum” dan mencabut pembatasan dagang yang “tidak berdasar”, sembari menampik bahwa kebijakan ini berkaitan dengan negosiasi perdagangan.
Bessent dan Lutnick juga menilai, mempertahankan ketergantungan China terhadap ekosistem teknologi AS merupakan strategi yang menguntungkan, termasuk dengan menahan Huawei Technologies Co. dari ekspansi basis pelanggan yang lebih luas. “Anda ingin menjual cukup banyak ke China agar pengembang mereka menjadi tergantung pada teknologi Amerika,” ujar Lutnick.
AS secara efektif telah melarang ekspor chip-chip canggih ke China sejak 2022 dan beberapa kali mengetatkan kontrol tersebut, termasuk terhadap peralatan manufaktur chip dan perusahaan-perusahaan spesifik. Nvidia masih dilarang mengekspor chip AI paling mutakhirnya yang menguasai sekitar 90% pasar global ke China.
Chip H20 menjadi buruan utama di pasar China, terutama karena bandwidth memorinya yang besar, membuatnya sangat ideal untuk inference, yaitu tahap pengenalan pola dan pengambilan keputusan oleh model AI.
(bbn)































