Logo Bloomberg Technoz

“Kehadiran infrastruktur ini merupakan komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar minyak yang berasal dari impor,” terang Darmawan.

Petugas PLN ketika melakukan pengecekan akhir pada Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Bungku, di Sulawesi Tengah. (PLN)

Ia menegaskan bahwa PLN akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di seluruh pelosok negeri. “Dengan semangat kolaboratif, kami akan mengakselerasi kehadiran infrastruktur-infrastruktur ketenagalistrikan lainnya guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi di seluruh Tanah Air,” tambahnya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa jaringan transmisi tersebut terdiri dari 254 tower yang membentang sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms) dan Gardu Induk Bungku berkapasitas 30 megavolt ampere (MVA).

Wisnu menjelaskan bahwa infrastruktur tersebut memiliki kapasitas untuk menyalurkan pasokan tambahan sebesar 16,8 megawatt (MW), sehingga mampu menutup defisit pasokan listrik sebesar 5 MW yang sebelumnya terjadi di Bungku.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur ini akan mengoptimalkan pasokan dari PLTA Poso, sehingga sistem kelistrikan Morowali menjadi lebih ramah lingkungan dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon.

“Pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara untuk menghadirkan harapan baru bagi lebih dari 82 ribu pelanggan di 137 dusun dan 45 desa di wilayah Bungku,” ungkapnya.

Wisnu menyampaikan bahwa penyelesaian infrastruktur ketenagalistrikan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia pun mengapresiasi peran masyarakat, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah turut membantu dalam proses pembangunan dan pengoperasian SUTT 150 kV Kolonedale – Bungku serta Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku (New).

(tim)

No more pages