Meskipun Trump dan para penasihatnya sebelumnya menyatakan harapan untuk mencapai sejumlah kesepakatan dengan mitra dagang, presiden AS itu kini justru menyebut surat pemberitahuan tarif tersebut sebagai “kesepakatan” dan mengisyaratkan bahwa ia tidak tertarik pada negosiasi yang berlarut-larut. Meski begitu, Trump masih membuka kemungkinan bagi negara-negara untuk mencapai kesepakatan yang dapat menurunkan tarif tersebut.
Tarif yang diberlakukan sejauh ini sebagian besar serupa dengan yang diancamkan Trump pada April lalu, sebelum akhirnya ditunda karena gejolak pasar. Namun, surat-surat pemberitahuan terbaru telah menambah ketidakpastian di pasar keuangan dan mengejutkan sejumlah mitra, seperti Uni Eropa, yang sebelumnya berharap dapat menyelesaikan kesepakatan awal dengan AS.
(bbn)





























