Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan ini menambah babak baru dalam ketegangan berkepanjangan antara Trump dan Powell. Ia berulang kali melontarkan keinginan untuk memecat pemimpin The Fed karena kebijakan moneternya, namun belum pernah benar-benar melaksanakannya.

Banyak analis memperingatkan bahwa jika Trump benar-benar memecat Powell, pasar keuangan bisa terguncang dan memicu konflik hukum serius mengenai independensi bank sentral. Meski demikian, reaksi pasar pada Rabu relatif tenang.

Saat rumor pemecatan mulai beredar, saham, dolar, dan imbal hasil obligasi jangka pendek sempat turun, meski tidak terjadi pergerakan drastis.

"Pasar tidak terlalu terguncang sebelum Trump membantah laporan tersebut," tulis Derek Tang, ekonom dari LH Meyer/Monetary Policy Analytics di Washington, dalam catatan kepada klien. "Jika ini semacam uji coba untuk membaca reaksi pasar, maka bisa dibilang sukses dan mungkin akan membuat Trump makin berani. Kini batasan apa yang dapat diterima sudah bergeser, ke arah yang kurang baik."

Jika independensi The Fed benar-benar “dilanggar”, Thomas Thornton, pendiri hedge fund Telemetry, mengatakan hal itu bisa memicu risiko di pasar obligasi. “Dengan potensi gubernur The Fed dipecat, ditambah ancaman defisit dan utang AS yang tidak terkendali, risiko lonjakan imbal hasil jangka panjang semakin besar.”

Para Pemimpin Bank

Di tengah ketidakjelasan rencana Trump terhadap Powell, pimpinan dua bank terbesar AS menekankan pentingnya otonomi The Fed dari intervensi politik.

"Independensi The Fed, terutama dalam kebijakan moneter, sangatlah penting," ujar CEO Goldman Sachs Group Inc, David Solomon, kepada CNBC. "Stabilitas di kursi pimpinan The Fed saya kira juga sangat penting."

Brian Moynihan, CEO Bank of America Corp, menyatakan bahwa “dalam setahun ke depan kita akan memiliki Gubernur The Fed baru karena itu memang hak presiden.” Namun saat ini, katanya kepada CNBC, “The Fed yang independen adalah hal yang krusial bagi negara.”

Trump sendiri telah berulang kali mengkritik Powell karena dianggap lamban menurunkan suku bunga. Presiden ingin suku bunga acuan The Fed, yang kini berada di kisaran 4,25% hingga 4,5%, diturunkan hingga 3 poin persentase untuk memangkas biaya pinjaman pemerintah federal.

Pada Rabu, Trump kembali menyerang Powell, menyebutnya “tolol” yang “terlalu lamban” dalam menurunkan suku bunga. Trump awalnya menunjuk Powell sebagai Gubernur The Fed pada 2017, dan Presiden Joe Biden kemudian memperpanjang masa jabatannya pada 2022, yang akan berakhir Mei tahun depan.

“Saya sendiri terkejut dia [Powell] diangkat. Saya juga terkejut, terus terang saja, Biden memperpanjang masa jabatannya, tapi itu yang terjadi,” kata Trump.

Dua orang yang mengetahui isi pertemuan Selasa malam menyebut bahwa Trump sempat menunjukkan surat berisi otorisasi pemecatan Powell. Namun, pada Rabu Trump membantah pernah menulis atau menunjukkan surat tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa “hampir semua” legislator yang hadir mendukung ide memecat Powell.

Anna Paulina Luna, anggota parlemen dari Partai Republik asal Florida yang sempat menolak RUU mata uang kripto, menulis di media sosial bahwa ia mendengar kabar dari “sumber yang sangat kredibel” bahwa “Jerome Powell akan dipecat!”

Isu Renovasi

Dalam beberapa hari terakhir, Trump dan sekutunya menjadikan proyek renovasi kantor pusat The Fed sebagai bahan serangan terhadap Powell. Mereka mengklaim proyek itu mengalami pembengkakan biaya dan terlalu mewah untuk gedung pemerintahan.

Powell menyebut laporan media tentang renovasi tersebut tidak akurat. Awal pekan ini, ia secara resmi meminta Inspektur Jenderal The Fed untuk meninjau proyek tersebut.

Perselisihan ini bisa memiliki implikasi hukum jika Trump benar-benar mencoba memecat Powell. Berdasarkan hukum, presiden tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan pejabat The Fed tanpa alasan yang sah—ketentuan yang dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung pada Mei lalu terkait kewenangan Trump terhadap lembaga pemerintah independen.

Powell sebelumnya juga menyatakan bahwa presiden tidak memiliki dasar hukum untuk memecat atau menurunkannya dari jabatan pimpinan The Fed. “Kami tidak dapat diberhentikan kecuali karena alasan tertentu,” katanya pada April lalu.

Ketika ditanya pada Selasa apakah biaya renovasi bisa dijadikan alasan pemecatan, Trump menjawab, “Saya rasa itu bisa juga.”

Kisruh soal Powell ini terjadi di tengah upaya Trump menenangkan perpecahan internal dalam gerakan politiknya, "Make America Great Again", terutama terkait penanganan berkas-berkas yang diduga terkait mendiang Jeffrey Epstein. Pada Rabu, di Kantor Oval, Trump masih menghadapi pertanyaan soal isu tersebut.

(bbn)

No more pages