Logo Bloomberg Technoz

"Kami akan menerapkan tarif yang sangat berat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, tarifnya sekitar 100%," kata Trump dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, di mana ia juga menjanjikan senjata baru untuk Kyiv.

Mark Rutte. (Sumber: Bloomberg)

Trump menekan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah beberapa bulan gagal membujuk Moskow untuk menghentikan serangannya ke Ukraina dan merundingkan kesepakatan damai. Rusia telah mengintensifkan serangan drone dan rudalnya ke kota-kota Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Harga minyak mentah turun untuk hari kedua karena para pedagang meragukan rencana Trump akan menghambat ekspor energi Moskow. Harga minyak acuan global Brent turun di bawah US$69 per barel setelah melemah 1,6% pada Senin.

Trump kemudian mengatakan ia "kecewa" terhadap Putin, tetapi belum "selesai dengannya," dalam wawancara dengan BBC.

Ketika ditanya apakah hukuman Trump merujuk pada istilah yang lebih dikenal luas "sanksi sekunder," Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada wartawan bahwa sanksi dan tarif merupakan "dua alat yang ia miliki" dan "Anda bisa memilih salah satunya."

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Rusia bisa saja menghadapi kedua hukuman tersebut jika gagal meneken kesepakatan gencatan senjata pada awal September.

Matt Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO, mengatakan hukuman yang direncanakan secara efektif termasuk sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. "Ini tentang tarif terhadap negara-negara seperti India dan China yang membeli minyak mereka," katanya kepada wartawan. "Dan ini benar-benar akan, saya pikir, berdampak drastis pada ekonomi Rusia."

Trump tidak merinci wewenang yang akan dia gunakan untuk mengenakan tarif sekunder. Dia mengaku tidak yakin "kita membutuhkan" Kongres untuk bertindak agar bisa bergerak maju, tetapi mengatakan UU tersebut "bisa sangat berguna."

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberikan suara pada RUU sanksi, tetapi para legislator siap bertindak jika diperlukan.

China mengkritik tekanan AS terhadap Beijing terkait hubungan energinya dengan Moskow. Presiden Xi Jinping menyerukan kerja sama yang lebih mendalam dengan Rusia dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa di Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan negaranya menentang "yurisdiksi jarak jauh."

Pernyataan ini menandai sinyal terbaru ketidaksabaran Trump terhadap perang Rusia di Ukraina, yang telah berlangsung sejak 2022. Namun, rencana ini berisiko membuat Moskow terus melancarkan serangannya di medan perang sebelum kembali ke meja perundingan.

Putin bersikeras menginginkan jaminan yang kuat terlebih dahulu untuk menyelesaikan yang disebutnya sebagai akar penyebab konflik, termasuk mengakhiri ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan dukungan militer Barat.

Trump mengatakan AS akan mengirimkan paket senjata "terbaik" yang mencakup baterai pertahanan udara Patriot. Dia juga mengatakan negara-negara anggota NATO akan menanggung biaya pengiriman senjata tersebut ke Ukraina.

"Kami tidak akan membelinya, tetapi kami akan memproduksinya," kata Trump. "Mereka yang akan membayarnya."

Sebagian besar yang diterima Kyiv bergantung pada kemampuan dan kemauan Eropa untuk membeli. Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara dan pencegat drone, serta pasokan peluru artileri dan rudal yang konstan karena Moskow melancarkan serangan udara yang memecahkan rekor.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Senin dalam unggahan di X bahwa dia telah berbicara dengan Trump, yang memberi tahu dia tentang diskusinya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

"Kami membahas langkah dan solusi yang diperlukan dengan Presiden untuk memberi perlindungan yang lebih baik bagi rakyat dari serangan Rusia dan untuk memperkuat posisi kami. Kami siap bekerja seproduktif mungkin untuk mencapai perdamaian," kata Zelenskiy. "Kami sepakat untuk lebih sering berkomunikasi melalui telepon dan mengoordinasikan langkah kami di masa depan."

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut baik pengumuman Trump. "Presiden Trump dan saya telah membahas hal ini beberapa kali dalam beberapa hari terakhir," kata Merz dalam pernyataan melalui email. "Saya meyakinkannya: Jerman akan berkontribusi secara signifikan."

Pemerintahan Merz telah menangguhkan pembatasan utang untuk belanja pertahanan, baik untuk tentara Jerman maupun bantuan militer untuk Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Ruang Oval Gedung Putih (Fotografer: Jim Lo Scalzo/EPA/Bloomberg)

Trump memuji pengumuman Senin sebagai perubahan besar dalam kebijakannya, tetapi detail keputusan tersebut juga mencerminkan prioritas Trump: tidak akan merugikan AS dan Trump tidak mengalokasikan dana baru untuk Ukraina, setidaknya untuk saat ini.

Trump melampiaskan sebagian besar amarahnya kepada Zelenskiy selama beberapa bulan pertama masa jabatannya, tetapi semakin frustrasi karena Putin terus menolak tuntutan gencatan senjatanya.

Rutte mengatakan NATO akan berkoordinasi dengan sekutu untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina, termasuk peralatan pertahanan udara, rudal, dan amunisi. Jerman akan memainkan peran utama, bersama Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Kanada.

"Ini sekali lagi menunjukkan Eropa mengambil inisiatif," kata Rutte, seraya menambahkan bahwa Putin harus "menanggapi negosiasi tentang Ukraina dengan lebih serius."

(bbn)

No more pages