Logo Bloomberg Technoz

Kementerian Luar Negeri Suriah pun sempat mengeluarkan pernyataan tentang perlawanan kelompok bersenjata di Suwayda sebagai upaya terorganisir untuk mengacaukan negara.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Suriah, Hassan Abdul-Ghani mengatakan, pasukan pemerintah dikerahkan di Suwayda untuk menghentikan kekerasan yang meletus sebelumnya. Hal ini merujuk pada serangan dari seorang pria bersenjata yang menewaskan 18 anggota militer Suriah.  

Pada Mei lalu, militer Israel melancarkan serangan dengan target dekat dengan istana kepresidenan di ibu kota Suriah, Damaskus. Hal ini dilakukan usai Israel mengklaim menerima permintaan bantuan dari kelompok Druze di Suriah.

Setelah serangan tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan mereka tidak akan membiarkan ancaman terhadap Druze, kelompok etnis Arab yang agamanya merupakan cabang dari Islam. 

Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, yang kelompok Hayat Tahrir Al-Sham-nya memimpin pemberontakan Islamis melawan Assad, telah berusaha mencegah kekerasan yang meletus di Suriah beberapa bulan setelah jatuhnya pendahulunya. Dia berusaha menyita semua senjata dan membubarkan faksi-faksi bersenjata di negara tersebut.  

Pada Maret, pria bersenjata yang dikatakan oleh otoritas terkait dengan rezim yang digulingkan menyerang situs keamanan dan gedung negara di sepanjang pantai Mediterania Suriah. Hal ini memicu kekerasan terhadap minoritas Muslim Alawite, yang termasuk Assad. Tiga bulan kemudian, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam gereja di timur Damaskus, menewaskan 22 orang.

(bbn)

No more pages