Logo Bloomberg Technoz

Duta Besar AS untuk NATO, Matt Whitaker, menjelaskan bahwa langkah itu secara efektif merupakan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. “Ini menyasar negara-negara seperti India dan China yang masih membeli minyak Rusia,” ujarnya. “Dan ini akan sangat berdampak pada ekonomi Rusia.”

Ancaman ini sejalan dengan rancangan undang-undang bipartisan di Kongres yang mengusulkan tarif hingga 500% untuk negara-negara yang membeli minyak dan gas Rusia. Sebelumnya, Trump juga berjanji akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela.

Trump tidak menjelaskan kewenangan hukum apa yang akan digunakannya untuk menerapkan tarif sekunder tersebut. Ia mengatakan tidak yakin apakah perlu persetujuan Kongres, namun menyebut bahwa legislasi yang ada “bisa sangat berguna.”

Pernyataan ini menjadi sinyal terbaru dari meningkatnya ketidaksabaran Trump terhadap perang Rusia di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022. Namun, ancaman ini juga berisiko membuat Moskow terus melanjutkan serangannya sebelum kembali ke meja perundingan.

Trump mengatakan bahwa AS akan mengirim paket senjata “kelas atas” termasuk sistem pertahanan udara Patriot. Namun, ia menegaskan bahwa negara-negara anggota NATO yang akan membiayai pengadaan senjata tersebut untuk Ukraina.

“Kami tidak membelinya, tapi kami akan memproduksinya,” kata Trump. “Mereka yang akan membayarnya.”

Banyak dari bantuan yang akan diterima Kyiv akan bergantung pada kemampuan dan kemauan negara-negara Eropa untuk melakukan pembelian. Ukraina saat ini sangat membutuhkan sistem pertahanan udara, alat penangkal drone, serta pasokan rutin peluru artileri dan rudal, karena Rusia meningkatkan serangan udara dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan dalam sebuah unggahan di X, bahwa ia telah berbicara dengan Trump yang menjelaskan hasil diskusinya dengan Rutte.

“Kami membahas langkah-langkah penting bersama Presiden untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi rakyat dari serangan Rusia dan memperkuat posisi kami. Kami siap bekerja seproduktif mungkin demi mencapai perdamaian,” kata Zelenskiy. “Kami sepakat untuk lebih sering berkomunikasi melalui telepon dan menyelaraskan langkah kami ke depan.”

Trump menyebut pengumuman hari Senin itu sebagai perubahan besar dalam pendekatannya, saat ia berusaha mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan perang. Namun, keputusan tersebut juga menunjukkan prioritas Trump: tidak akan merugikan AS dan belum ada komitmen dana baru untuk Ukraina, setidaknya untuk saat ini.

“Saya kecewa pada Presiden Putin karena saya kira kami sudah bisa mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tapi tampaknya belum juga terjadi,” kata Trump.

Gedung Putih belum memberikan penjelasan bagaimana skema tarif sekunder itu akan dijalankan. Harga minyak turun setelah Trump menyampaikan ancamannya, dengan West Texas Intermediate turun 2,1% dan ditutup di bawah US$67 per barel.

Pernyataan Trump dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa kesabarannya terhadap Putin mulai habis. Pada awal masa jabatannya, Trump lebih sering mengkritik Zelenskiy, tetapi kini ia semakin frustrasi karena Putin belum memenuhi tuntutan gencatan senjatanya.

Detail mengenai paket senjata baru untuk Ukraina masih belum sepenuhnya jelas setelah pertemuan Trump dengan Rutte. Sekjen NATO itu mengatakan bahwa aliansi akan berkoordinasi dengan negara-negara sekutu untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara, rudal, dan amunisi. Jerman akan memainkan peran utama bersama Finlandia, Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, dan Kanada.

Beberapa jam kemudian, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang juga sedang berada di Washington, mengatakan bahwa Berlin telah meminta AS untuk menyediakan dua lagi sistem rudal Patriot bagi Ukraina. Ia dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berjanji akan menyelesaikan persoalan teknis “secara cepat dan senyap.”

Pistorius menambahkan bahwa Jerman memperkirakan akan membayar sekitar US$2 miliar dan juga berencana membeli sistem rudal jarak menengah Typhon.

Rutte menyatakan bahwa kesepakatan dengan Trump akan memungkinkan sekutu-sekutu AS mengirim senjata lebih cepat ke Ukraina, dengan AS kemudian mengganti persediaan yang digunakan oleh negara-negara tersebut. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “gelombang pertama” dari dukungan militer yang akan terus berlanjut.

“Ini kembali menunjukkan bahwa Eropa siap ambil peran,” ujar Rutte. Ia juga menambahkan bahwa Putin seharusnya “lebih serius dalam menyikapi negosiasi mengenai Ukraina.”

(bbn)

No more pages